alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Sambangi Jatim, Menkop Bangga Penyaluran Banpres PUM 100 Persen

01 Oktober 2020, 00: 06: 47 WIB | editor : Wijayanto

PANTAU BANTUAN: Menkop dan UKM Teten Masduki berdiskusi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (30/9).

PANTAU BANTUAN: Menkop dan UKM Teten Masduki berdiskusi dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (30/9). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki berkunjung ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (30/9). Teten memantau penyaluran bantuan presiden produktif usaha mikro (Banpres PUM) di Jawa Timur.

"Alhamdulillah, dalam minggu ini sudah 100 persen. Kita sedang menambah kuota 12 juta.  Kalau tiap kabupaten kuotanya 20 ribu per kabupaten, ini sudah melampaui. Akan tetapi, memang di Jatim banyak UMKM yang perlu didukung," ujar Teten.

Menurut dia, banyak koperasi besar yang bagus, salah satunya Koperasi Pesantren Sidogiri. Teten mengaku diberi tugas oleh Presiden Joko Widodo untuk memperkuat koperasi-koperasi di sektor produksi.

"Saat ini koperasi ini mengalami problem likuiditas. Oleh karena itu, kami memberikan program restrukturisasi. Kalau yang sudah memiliki pinjaman ke LPDB, maka kami restrukturisasi untuk tidak membayar cicilan selama enam bulan. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan top up jika masih membutuhkan bantuan pembiayaan," jelasnya.

Teten mengatakan, total anggaran banpres untuk Jatim mencapai Rp 2,4 triliun.  Sedangkan anggaran untuk koperasi sebesar Rp 200 miliar. "Kami sudah  melakukan analisis usaha dan mitigasi untuk mengantisipasi kemacetan, Insya Allah aman. Membantu rakyat jangan ragu-ragu," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku sangat berterima kasih dengan adanya bantuan dari Presiden Jokowi untuk penguatan ekonomi bagi UMKM di Jatim.

Total UMKM di Jatim sebamyak 9,78 juta. "Dari jumlah tersebut, semula Jatim mendaoatkan kuota 1,6 juta UMKM untuk mendapatkan Banpres PUM. Kami melaporkan ke Pak Presiden bahwa 54 persen PDRB Jatim dari UMKM. Sehingga kami mengajukan permohonan sebanyak 2 juta UMKM mendapatkan Banpres PUM," jelasnya.

Khofifah mengatakan, kebijakan-kebijakan pemerintah ini bertujuan agar pelaku usaha dapat menjalankan usahanya kembali di masa pandemi.

Bantuan ini akan berdampak komprehensif  terhadap kehidupan ekonomi masyarakat, sehingga secara perlahan akan memberikan daya dorong meningkatnya literasi dan inklusi keuangan. Ujung-ujungnya, pertumbuhan ekonomi di Jatim menjadi lebih baik.

"Harapan kami, pertumbuhan ekonomi Jatim bisa kembali take off setelah pada triwulan kedua terkontraksi minus 5,9 persen. Kami harap bulan ini akan ada proses yang lebih maksimal lagi," pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP