alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Jaga Imun dan Tepis Kejenuhan dengan Bersepatu Roda

22 September 2020, 18: 12: 26 WIB | editor : Wijayanto

HILANGKAN KEJENUHAN: Sejumlah anak bermain Roller Blade di Grand City Mall, Surabaya, untuk menghilangkan kejenuhan setelah mengikuti kegiatan belajar melalui daring selama pandemi Covid-19.

HILANGKAN KEJENUHAN: Sejumlah anak bermain Roller Blade di Grand City Mall, Surabaya, untuk menghilangkan kejenuhan setelah mengikuti kegiatan belajar melalui daring selama pandemi Covid-19. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Di tengah pandemi Covid-19, olahraga menjadi salah primadona masyarakat untuk menjaga imunitas sekaligus menghilangkan rasa jenuh karena sekian lama hanya beraktifitas di dalam rumah. Selain bersepeda yang kini menjadi tren, olahraga sepatu roda kini juga tak kalah diminati khususnya oleh kalangan anak-anak dan usia muda.

Penggagas Indoskates Surabaya, Elvan Richardo alias Rico mengatakan, saat ini bersepatu roda bukan hanya sekadar olahraga penghilang jenuh. Namun, sudah menjadi sebuah tren.

Olahraga yang mengandalkan keseimbangan tubuh dan konsentrasi ini banyak diminati mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Bahkan di kalangan selebriti pun, ada yang mulai serius menggelutinya.

Rico menjelaskan, bagi pemula yang ingin belajar sepatu roda hanya butuh waktu sehari. Tetapi, mereka lebih dulu harus belajar teknik dasarnya. “Yang pertama harus belajar berdiri dulu, kemudian belajar gerakan kaki (berjalan di tempat dengan sepatu roda, red), dan juga belajar pengereman,” terang Rico yang sudah sembilan tahun menggeluti sepatu roda.

Teknik dasar belajar keseimbangan tersebut harus dilakukan di atas karpet. Mengapa demikian? Rico mengatakan agar pemula bisa lebih dulu belajar berdiri seimbang. “Jadi pegang lutut membungkuk, kalau keseimbangannya bagus tidak goyang. Agar tidak jatuh, jangan pegangan tembok atau temannya, karena roda kan jalan,” jelasnya sembari mempraktikan gerakan itu di Grand City Mal, Surabaya, Senin (21/9).

Kemudian tahapan berikutnya adalah belajar jalan maju, berbelok, dan pengereman. Untuk belajar itu semua, seorang pemula cukup membutuhkan waktu sejam hingga dua jam. Untuk berbelok pun tidak boleh asal. Ada yang namanya front turn, pararel turn, dan berbelok crossover.

“Berhenti juga ada yang namanya T-Stop dan A-Stop. Lebih susah berhenti ini. Prinsipnya skating itu posisi kaki harus sejajar ketika berdiri. Saat akan berjalan maju, posisinya diubah menjadi menyerupai huruf V. Kalau huruf A, secara otomatis akan berhenti. Sedikit demi sedikit kaki membentuk huruf A sembari lutut dipegang sudah bisa ngerem,” paparnya.

Bagi anak-anak, bersepatu roda bermanfaat bagi kesehatan, sekaligus melatih motorik, keseimbangan dan keberanian. Jika dibandingkan dengan olahraga lari, sepatu roda (inline skating) cenderung lebih aman. Karena olahraga lari bisa mengalami cidera lebih serius ketika jatuh. Sedangkan bersepatu roda, bisa lebih minim cidera.

Idealnya, lanjut Rico, anak sudah bisa diajarkan menggunakan sepatu roda pada usia empat tahun ke atas. Sebab pada anak seusia itu, akan lebih mudah belajar. “Karena anak usia segitu lebih berani dan mudah mengerti. Tapi tergantung anaknya juga, kalau mudah memahami bakal lebih cepat bisa. Nyalinya harus lebih gede,” ungkap dia.

Bagi pemula, dirinya menganjurkan untuk memakai sepatu roda berukuran maksimal 80 milimeter. Karena kalau roda semakin besar, akan semakin sulit handling atau manuvernya. “Kalau yang sudah pro bisa pakai roda yang lebih besar,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP