alexametrics
Kamis, 26 Nov 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Anemia Picu Penularan Corona dan Tingkatkan Risiko Kematian

22 September 2020, 16: 58: 03 WIB | editor : Wijayanto

Dr. dr. M. Atoillah Isfandiari M.Kes

Dr. dr. M. Atoillah Isfandiari M.Kes (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Penderita anemia dianggap sebagian orang biasa-biasa saja. Padahal jangan salah, ternyata penderita kekurangan sel darah merah ini justru memiliki risiko besar tertular virus corona (Covid-19).

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Dr. M. Atoillah Isfandiari, dr., M.Kes  mengatakan, anemia dapat disebabkan oleh Covid-19, baik dalam situasi pandemi maupun penyakitnya.

Atoillah menjelaskan bahwa anemia dapat menyebabkan keparahan pada penderita Covid-19. Sebab, anemia dapat memengaruhi daya tahan tubuh terhadap infeksi corona. “Artinya begini, orang yang terinfeksi Covid-19 dan mengalami anemia, memiliki risiko yang lebih berat jika dibandingkan dengan yang tidak anemia,” terang Atoillah.

Menurut Ato –sapaan karibnya-, masalah utama pada infeksi Covid-19 adalah hipoksia atau kekurangan oksigen. Hal itu, lanjut Atoillah, dapat menyebabkan sesak dan gagal napas hingga kegagalan organ dan akhirnya meninggal dunia. Sementara pada penderita anemia, kemampuan menyalurkan oksigen ke jaringan tubuh tersebut berkurang.

“Jadi kuncinya memang pada transportasi oksigen. Karena darah kan membawa oksigen melalui sel darah merah,” jelasnya.

Dia menambahkan, virus corona mengandung protein yang berpotensi menyerang sel darah merah dan zat besi yang mengikatnya. Sehingga, sel darah merah akan rusak. Selanjutnya, hal itu juga dapat memicu peradangan pada sejumlah jaringan organ tubuh.

Pemaparan Ato itu diperkuat dengan temuan pada sejumlah penelitian yang dilakukan di China dan Amerika Serikat. Hasilnya terbukti bahwa kombinasi paparan anemia dan Covid-19 menambah risiko kematian yang tinggi. “Semua penelitian ini konsisten, hasilnya sama,” imbuh Ato.

Menurut dia, Covid-19 adalah virus yang sangat cerdas. Sebab, virus itu tidak hanya menyebabkan pneumonia di paru-paru, akan tetapi juga menjadi permasalahan yang tidak kalah serius seperti anemia. “Itu sebabnya, penderita Covid-19 yang gagal napas meskipun diberi ventilator, maka 50 persen tidak berhasil,” sambungnya.

Atoillah juga menyampaikan, rendahnya kadar zat besi bisa memicu turunnya sistem kekebalan tubuh sehingga mudah terinfeksi penyakit. Selain itu, anemia juga meningkatkan risiko komplikasi yang menyerang jantung dan tenggorokan.

“Jangan sampai terinfeksi Covid-19, jangan sampai anemia. Karena anemia kalau sudah kena Covid-19 akan menjadi lebih parah,” pungkasnya. (gin/jay)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP