alexametrics
Jumat, 05 Mar 2021
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Melalui Aplikasi Pintar Ini Guru Madrasah di Sekapuk 'Digaji’ 2,5 Juta

21 September 2020, 10: 03: 27 WIB | editor : Wijayanto

PROFITABLE: Salah satu pengguna menunjukkan aplikasi berbasis Al (Artificial Intelegence) Wisefx.

PROFITABLE: Salah satu pengguna menunjukkan aplikasi berbasis Al (Artificial Intelegence) Wisefx. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) membuat guru dianjurkan untuk work from home (WFH). Aplikasi berbasis AI (Artificial Intelegence) Wisefx menjadi solusi pendapatan tambahan bagi Khusnul Khotimah, S.Pd, guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bahrul Ulum Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Setiap bulan hampir mendapat laba rata-rata Rp 5 juta, Jumat (18/9).

Rachmad Rofik (Gus Fik), mengatakan, aplikasi Wisefx ini benar-benar membantu  para guru dalam meningkatkan ekonomi di saat pandemi covid-19.

Seperti halnya pada para guru di Madrasah Aliyah Sunan Drajat Kabupaten Lamongan. Total profit kurang lebih sudah mencapai 10 juta dollar dalam kurun waktu dua tahun.

"Dari hasil aset digital berkemampuan AI (Artificial Intelegence) ini, keuntungan rata-rata ada yang sampai Rp 5 Juta per bulan, tergantung fluktuasi pasar," kata Gus Fik.

Selain para guru, menurut Gus Fik, sistem ini juga dapat mengedukasi para pemuda desa yang masih belum kerja tetap. Mereka bisa mendapatkan laba dari bisnis valuta asing ini. 

Lebih lanjut Gus Fik selaku pendiri dan penasehat Komunitas Wirausaha 4.0 Gresik, dan Gresikbaik mengatakan, sistem ini cukup mudah, tidak perlu ijazah, tidak perlu lokasi usaha dan tanpa perlu membayar karyawan usaha. Karena berjalan otomatis di server Singapura 24 jam tanpa jeda.

"Aplikasi ini adalah salah satu solusi ekonomi. Pengguna aplikasi juga diedukasi untuk bisa memiliki karakter juara dengan menempa kesabaran, dalam menjalani bisnis digital ini agar mampu berdiri di kaki mereka sendiri dalam hal menghasilkan inkam dan pendapatan," imbuhnya.

Solusi menggunakan aplikasi ini, menurut Gus Fik bisa untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM di tengah pandemi Covid-19.

Disamping tentu saja, menambah devisa negara, karena hasilnya dalam dolar lalu dikonversi ke Rupiah. Sehingga masyarakat tidak putus asa dalam mencari solusi peningkatan ekonomi. Karena aplikasi ini dibagikan gratis bagi kalangan yang memang membutuhkan.

Inilah wujud karya nyata Gus Fik dalam turut ikut membantu pembangunan SDM yang dicanangkan sebagai prioritas kerja pemerintah. 

"Aplikasi AI (Artificial Intelegence)  ini berjalan otomatis, pandai menghasilkan profit, tanpa harus melakukan analisa lagi. Tidak pernah kekurangan penjual dan pembeli, " katanya.

Seperti yang diungkapkan Khusnul Khotimah, S.Pd, 41, warga Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Ia mengatakan bawa aplikasi AI Wisefx ini bisa menambah pendapatan.

"Awalnya  modal dari dana sertifikasi yang dikumpulkan hingga Rp 25 juta. Sekarang, setiap bulan rata-rata laba Rp 5 juta," jelas Khusnul.

Pendapatan sebesar itu, bagi Khusnul, sudah lebih dari upah minimum kota (UMK) Gresik sebesar Rp 4,2 juta per bulan. Sebab dari aplikasi itu dalam satu bulan bisa mendarat di rekening BCA-nya Rp 5 juta.

Dari pendapatan tersebut, Khusnul sangat bersyukur, sebab selama covid-19 kegiatan belajar mengajar  di rumah. Dampak positifnya, bisa menambah biaya kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah, dengan gaji dari aplikasi Wisefx bisa lebih semangat untuk kegiatan belajar mengajar," ungkapnya. (jar)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP