alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kabur ke Tuban, Buron Jambret 5 TKP Ditembak Kedua Kakinya

18 September 2020, 17: 00: 00 WIB | editor : Wijayanto

BURON: Nur Hadi alias Edi (duduk), warga Jalan Lasem Baru, Krembangan, dengan barang bukti HP hasil menjambret.

BURON: Nur Hadi alias Edi (duduk), warga Jalan Lasem Baru, Krembangan, dengan barang bukti HP hasil menjambret.

Share this      

SURABAYA-Buron aksi jambret yang beraksi di Jalan Banyu Urip, Sawahan, Surabaya, pada 23 Juli lalu akhirnya ditangkap. Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan Nur Hadi alias Edi, 25, warga Jalan Lasem Baru, Krembangan, Surabaya, yang kabur ke Tuban.

Tim terpaksa menembak kedua betis tersangka karena mencoba kabur saat ditangkap. Penangkapan tersangka Edi setelah dua temannya tertangkap sebelumnya. Salah satunya adalah Cape yang diserahkan ke polisi setelah sempat dihajar massa usai menjambret.

Meski saat itu gagal mengambil tas korban, Aulia, yang dibonceng temannya, Rino, namun ternyata itu bukan aksi komplotan ini kali pertama. Mereka diduga kerap beraksi di jalanan menyasar para pengendara terutama kaum wanita.

Pengejaran terhadap tersangka Edi yang kabur setelah mengetahui rekannya ditangkap massa dilakukan hingga akhirnya ditemukan keberadaan tersangka di Jalan Raya Babat, Tuban.

"Tersangka kabur ke Tuban. Kami kejar dan kami amankan saat tersangka ada di jalan," terang Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra, Jumat (18/9).

Saat mengetahui ada polisi yang menyanggongnya di jalan, tersangka sebenarnya berusaha kabuir lagi. Namun poisi bertindak cepat mengamankan tersangka dengan menembak kedua kakinya. Tersangka menyerah dan akhirnya dibawa ke Polrestabes Surabaya.

“Tersangka ini diduga otak dari komplotan jambret tersebut. Ia mengaku sudah melakukan aksi di empat lokasi. Antara lain di Banyu Urip, Simo, Diponegoro, dan Pasar Burung Kupang,” kata Iptu Agung..

Selain beraksi dengan komplotannya, tak jarang tersangka juga beraksi solo sendirian. "Ia mengincar korban dengan cara hunting. Setelah ada korbannya baru beraksi," jelasnya.

Dari penyidikan, tersangka diketahui sebagai residivis yang pernah ditahan sebelumnya. Ia pertama kali ditangkap pada 2015 karena kasus yang sama di Polsek Sawahan. Tersangka kembali beraksi pada 2018 dan diringkus Polsek Genteng.

"Kali ini dia kami tangkap karena jambret lagi. Kami masih mencari kemungkinan tersangka memiliki komplotan lainnya," ungkap Iptu Agung. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP