alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Karyawan Bobol Rumah Majikan yang Masih Saudara Sendiri

18 September 2020, 14: 01: 38 WIB | editor : Wijayanto

TEGANYA DIKAU: Tersangka Erwin dan Rio Januar diamankan di Polsek Genteng.

TEGANYA DIKAU: Tersangka Erwin dan Rio Januar diamankan di Polsek Genteng. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Air susu dibalas air tiba. Erwin, 40, warga Grogol, Surabaya, tak tahu berterima kasih pada majikannya, Bambang, warga Grogol, Surabaya. Pria yang masih ada hubungan keluarga dengan korban itu menjadi korban pembobolan rumah.

Tersangka Erwin membobol rumah korban bersama temannya Rio Januar, 38, warga Perumahan Pepelegi Indah, Sidoarjo. Keduanya ditangkap setelah melakukan aksi ketiga kalinya.

Kejadian pencurian ini diketahui terjadi pada akhir Agustus lalu. Saat itu, korban melaporkan rumahnya dibobol maling. Seluruh barang berharga yang ada di kamarnya, mulai perhiasan hingga dua kamera digital hilang. Ia melaporkan kejadian itu ke Polsek Genteng. "Kerugian korban mencapai Rp 128 juta," tutur Kanitreskrim Polsek Genteng Iptu Sutrisno.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) merasa curiga. Sebab, kunci pintu korban tidak rusak sama sekali. Polisi menyelidiki siapa saja yang biasa berada di rumahnya. Hingga akhirnya polisi mencurigai pelakunya Erwin. Polisi langsung menyelidiki keberadaan Erwin dan Rio. "Kami tangkap keduanya di Perumahan Pepelegi," kata Sutrisno.

Pencurian pertama dan kedua tidak dilaporkan. Korban juga tidak menyangka jika selama ini Erwin yang mencuri. Maklum, selain karyawan katering miliknya, Erwin juga saudaranya sendiri. Erwin mengaku terpaksa nyolong karena merasa penghasilannya kurang. Tersangka yang hafal dengan kebiasaan korban menunggu rumah kosong.

Tersangka sebelum beraksi menggandakan kunci pintu rumah korban terlebih dulu. Setelah itu, ia masuk ke dalam rumah yang ditinggal majikannya dalam keadaan kosong.

Ketika ditangkap, perhiasaan korban sudah dijual semua. Sementara dua kamera berhasil disita sebagai barang bukti dan belum sempat dijual. "Uangnya dibagi dua. Sudah habis untuk foya-foya," ujar Sutrisno. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP