alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Dinikmati AS-RRT-Jepang, Ekspor Ikan-Udang Jatim Meningkat

17 September 2020, 16: 54: 26 WIB | editor : Wijayanto

Dinikmati AS-RRT-Jepang, Ekspor Ikan-Udang Jatim Meningkat

SURABAYA - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur (Disperindag Jatim) Drajat Irawan mengatakan, ekspor ikan dan udang Jawa Timur pada periode Januari-Juli 2020 naik sebesar 3,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode Januari-Juli 2019, catatan ekspor ikan dan udang Jatim senilai USD 616,33 juta, sedangkan tahun ini mencapai USD 636,84 juta.

“Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jepang merupakan pasar utama ekspor ikan dan udang Jatim. Ketiga negara tersebut berkontribusi sekitar 92,11 persen dari total nilai ekspor ikan dan udang Jatim,” ujarnya.

Drajat mengimbau agar para pelaku usaha yang ingin menikmati fasilitas tarif preferensi perlu memperhatikan produk yang akan dieskpor. Produk tersebut harus memenuhi ketentuan asal barang yang dibuktikan dengan kepemilikan dokumen Surat Keterangan Asal (SKA).

Menurutnya, untuk ekspor ke negara Amerika Serikat dapat menggunakan SKA Form A. “Sedangkan form IJEPA digunakan untuk negara Jepang dan form E untuk negara Tiongkok,” jelasnya.

Lebih lanjut Drajat mengatakan, komoditi potensial seperti udang yang permintaannya cukup tinggi di Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok perlu didorong agar mampu memenuhi standar produk layak ekspor. Disperindag Jatim melalui FTA Center Surabaya siap memberikan pendampingan, konsultasi, maupun sosialisasi terkait regulasi ekspor.

“Selain itu, beberapa kegiatan seperti business matching dengan negara lain gencar dilakukan oleh Disperindag Jatim untuk menemukan pasar-pasar baru,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim Mochammad Gunawan Saleh menuturkan, ekspor udang mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan karena India sedang lockdown yang menyebabkan tidak mengekspor udang.

“Jadi keuntungan bagi Indonesia, Sekarang eksportir malah mencari udang. Bahkan kekurangan bahan baku. Pada masyarakat petambak, harga udang juga bagus. Petambak yang dulunya khawatir rugi saat pandemi ternyata malah untung,” katanya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP