alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Minim, Museum Olahraga Baru Kumpulkan 27 Koleksi

17 September 2020, 16: 49: 36 WIB | editor : Wijayanto

ON PROGRESS: Proyek pembangunan Museum Olahraga di komplek Gelora Pancasila yang masih berlangsung, pengumpulan koleksi juga terus dilakukan untuk melengkapi museum tersebut.

ON PROGRESS: Proyek pembangunan Museum Olahraga di komplek Gelora Pancasila yang masih berlangsung, pengumpulan koleksi juga terus dilakukan untuk melengkapi museum tersebut. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Hingga saat ini progress pengerjaan bangunan Museum Olahraga terus dikebut karena rencana dibuka dan diresmikan pada 10 November mendatang.

Berbagai koleksi para atlet asal Surabaya yang berprestasi dikancah nasional maupun internasional dipamerkan di Museum Olahraga nantinya. Namun, kini Koleksi tersebut masih sekitar 27 koleksi, mulai dari raket, jersey, foto hingga sepatu atlet.

Menurut Kepala UPTD Museum 10 November Rusdi Ismed, koleksi yang sudah masuk daftar list hingga yang sudah di dapat ada sekitar 40 koleksi atlet. Dari 40 koleksi tersebut, 27 yang sudah disimpan untuk keperluan koleksi Museum Olahraga.

Pihaknya hingga kini masih proses untuk pengumpulan koleksi dari para atlet dengan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya. "Kami masih koordinasi dengan para atlet lewat Dispora, mudah-mudahan bisa segera terkumpul koleksinya," katanya.

Rusdi mengungkapkan, koleksi atlet yang sudah disimpan saat ini seperti raket dan jersey bulutangkis dari Alan Budikusuma, Minarti Timur, dan Susi Susanti.

Lalu ada pula jersey atlet panahan Lilies Handayani dan sepatu emas pemain klub Persebaya, Yusuf Ekodono. Selain itu, ada foto Persebaya yang nantinya menjadi koleksi di museum tersebut.

"Saat ini tidak menarget jumlah koleksi karena museum selalu berkembang, karena benda koleksi tersebut terus bertambah," ungkapnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya untuk membuat narasi sejarah atlet untuk melengkapi koleksi.

"Karena kami meyakini banyak atlet yang berprestasi dari Surabaya, baik yang generasi tua maupun yang muda. Sehingga semangat sportivitas itu nantinya bisa mengedukasi masyarakat melalui narasi-narasi benda koleksi," katanya.

Tidak hanya koleksi dari para atlet saja, namun pihaknya juga mengumpulkan mainan tradisional seperti egrang maupun karung yang digunakan untuk balap karung. Rusdi menjelaskan, permainan tradisional juga merupakan bekal dari sportivitas yang dilakukan di dalam pertandingan olahraga.

"Prestasi itu tidak hanya dalam bidang formal saja, melainkan dalam bidang non formal seperti olahraga ini bisa diraih. Jadi kami ingin mengedukasi masyarakat lewat kejujuran, kedisiplinan hingga sprotivitas yang dijunjung dalam dunia olahraga," pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP