alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Nekat Langgar Protokol Kesehatan, Awas Diburu Tim Covid Hunter

17 September 2020, 16: 46: 37 WIB | editor : Wijayanto

TEGAKKAN DISIPLIN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) didampingi Forpimda Jatim melepas keberangkatan tim Mobile Covid-19 Hunter untuk menindak para pelanggar protokol kesehatan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/9).

TEGAKKAN DISIPLIN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua dari kanan) didampingi Forpimda Jatim melepas keberangkatan tim Mobile Covid-19 Hunter untuk menindak para pelanggar protokol kesehatan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (16/9). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Polda dan Kodam V Brawijaya meluncurkan tim pemburu pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Ini bertujuan untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan.

“Sudah enam bulan berjalan, kami melakukan sosialisasi maupun edukasi untuk mengajak masyarakat disiplin protokol kesehatan. Maka proses selanjutnya adalah operasi yustisi,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai peluncuran Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi, Rabu (16/9).

Mantan menteri sosial ini mengatakan, berbagai instrumen mulai dari inpres, perpres maupun kementerian sudah mengatur terkait hal ini. Bahkan Pemprov Jatim sudah memiliki Perda Nomor 2 Tahun 2020 dan Pergub Nomor 53 Tahun 2020 yang diikuti dengan perwali dan perbup. “Kami ingin menegakkan dengan melakukan proses yang lebih masif. Ini tugas yang mulia agar semua masyarakat terlindungi dari Covid-19,” jelasnya.

Khofifah menuturkanm, hingga saat ini tidak ada yang bisa memastikan kapan pandemic Covid-19 berakhir. Pihaknya tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk membiasakan menggunakan masker, mencuci tangan dengan air bersih hingga physical distancing (menjaga jarak).

“Akan tetapi jika tidak diikuti oleh law enforcement (penegakan hukum) masih banyak yang menganggap remeh Covid-19,” katanya.

Khofifah menegaskan, untuk menegakkan protokol kesehatan selain ada operasi yustisi juga diluncurkan tim pemburu pelanggar Covid-19. Menurutnya, tim ini terdiri dari pasukan gabungan, yakni TNI, Polri, Satpol PP dan relawan.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan, sasaran operasi yustisi adalah bagi mereka yang menggunakan ruang publik, khususnya jalan. Sedangkan pemburu pelanggar Covid-19 untuk mereka pelanggaran di tempat-tempat yang biasa digunakan untuk berkerumun.

“Hukumannya sesuai dengan yang tertuang dalam Perda Nomor 2 Tahun 2020. Ada sanksi administratif dan sanksi pidana. Untuk sanksi pidana berupa denda maksimum Rp 500 ribu bagi individu, sedangkan bagi persero atau perusahaan sanksinya maksimum Rp 50 juta,” jelasnya.

Terpisah Kabidhumas Polda Jatim Kombes. Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, untuk operasi yustisi pelanggar protokol kesehatan mulai 14 hingga 15 September menurutnya sudah ada 3.624 teguran yang dikeluarkan. “Kemudian 2.738 teguran lisan dan 886 teguran tertulis. 

Selain itu, 1.933 sanksi kerja sosial, 538 denda administrasi dan 190  penyitaan KTP. Sedangkan nilai denda mencapai Rp 21.140.000 juta,”  katanya. (mus/nur)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP