alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Pameran Foto "Perempuan": Kami Bukan Tempat Sampah

17 September 2020, 16: 44: 15 WIB | editor : Wijayanto

POTRET PEREMPUAN: Pengunjung mengamati karya-karya foto dengan tema Perempuan yang menampilkan karya 20 orang fotografer di Visma Art Gallery.

POTRET PEREMPUAN: Pengunjung mengamati karya-karya foto dengan tema Perempuan yang menampilkan karya 20 orang fotografer di Visma Art Gallery. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Pegiat fotografi wedding asal Surabaya memamerkan karya foto bertema ‘Perempuan’. Bukan sekadar pameran foto, 20 fotografer yang berpartisipasi juga mengulik sisi lain dari perempuan.

Salah satu fotografer asal Surabaya, Primayurie, 35, menjelaskan, pameran foto ini sengaja digelar karena banyaknya stigma buruk dari masyarakat terhadap perempuan.

Selain stigma buruk, pameran ini juga sebagai motivasi bagi perempuan di seluruh dunia kalau setiap wanita adalah cantik. “Sebuah pengingat bagi para perempuan, bahwa kalian itu akan selalu cantik. Jadi mereka (perempuan, Red) bukan A, B, atau C, perempuan pasti tetap cantik dari sisi lain,” ujar Yurie di Visma Art Gallery.

Karya foto itu merupakan bentuk sentilan bagi seseorang yang menganggap perempuan hanya sebagai tempat sampah. Dalam arti, perempuan hanya dijadikan tempat keluh kesah suami, tangisan anak, keluhan mertua dan kesibukan sehari-harinya.

Menurutnya, sosok perempuan adalah cipataan sang maha kuasa untuk didesain menjadi tangguh, bukan berarti perempuan tidak memiliki keluh dan kesah dalam hidupnya.

“Ketika perempuan tidak melepaskan bagian yang tidak bisa dilepaskan, dia bisa jadi gila dan mati. Mati fisik dan mati rasa. Oleh karena itu, dalam pameran foto tersebut saya beri judul Larung. Kata larung artinya berani melepas apa yang menjadi beban dalam dirinya,” kata Yurie.

Ia memiliki ide judul tersebut berawal dari keluh kesah teman perempuanya mengenai kisah kehidupan yang dialami. Dari penuturan kisah itu, Yurie mengilustrasikannya menjadi sebuah gambar dua dimensi. “Jadi sebelum foto, saya bikin skrip tulisan dulu, kemudian saya foto,” jelasnya.

Di samping itu, fotografer lainnya Amanda Anindita Kirana menjelaskan salah satu karyanya yang ia beri judul Bebas. Menurutunya, sosok perempuan juga ingin merasakan kebebasan tanpa adanya rasa terkekang.

“Saya memotret teman saya sendiri menceritakan perasaannya. Dia sosok yang ceria dan menggambarkan bahwa perempuan itu juga berhak mempunyai kebebasan,” kata Amanda. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP