alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Abaikan Protokol saat Cangkruk Ngopi, Banyak Remaja Terpapar Covid-19

16 September 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

CEGAH COVID 19: Razia salah satu cafe di Surabaya yang dilakukan aparat gabungan beberapa waktu lalu.

CEGAH COVID 19: Razia salah satu cafe di Surabaya yang dilakukan aparat gabungan beberapa waktu lalu. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA-Kasus Covid-19 banyak ditemukan pada remaja di Surabaya. Khususnya anak-anak anak muda yang suka kongkow di tempat umum tanpa menerapkan protokol kesehatan.

Wakil Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, kasus  Covid-19 banyak ditemukan pada usia 15 hingga 25 tahun. Justru di usia produktif dengan tingkat imunitas tubuh yang baik.

"Kebanyakan karena mereka tidak menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, melepas masker saat nongkrong," kata Irvan di Surabaya, Selasa (15/9).

Irvan mengungkapkan,  penyebaran Covid-19 pada remaja ditemukan di semua kawasan Kota Surabaya. Mulai dari Surabaya Timur, Surabaya Barat, Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, dan Surabaya Utara. "Ketika nongkrong, mereka tidak jaga jarak dan melepas masker," ungkapnya.

Karena itu, satgas akan fokus pada operasi patuh protokol kesehatan. Terlebih di tempat-tempat yang sering dikunjungi anak muda seperti warkop, kafe, atau angkringan.

Anak-anak muda yang terpapar Covid-19  dikhawatirkan membawa virus Covid-19 ke rumahnya. Sehingga, menularkan kepada anggota keluarga lainnya, terutama yang lanjut usia. Apalagi yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Merujuk Perwali Nomor 28 Tahun 2020  dan Nomor 33 Tahun 2020, menurut dia, pelaku usaha diminta membentuk satuan tugas mandiri untuk penegakan protokol kesehatan.  "Kalau pelaku usaha tidak menerapkan, maka dia akan terkena sanksi," tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, rapid test masal akan terus digelar secara berkala. Lokasinya dipilih secara acak. "Kita akan sidak. Begitu ada kerumunan langsung kita periksa. Lokasinya bisa dua atau tiga titik," katanya.

Febria menjelaskan, para pedagang serta pengunjung setelah mengikuti rapid test di tempat langsung mendapatkan surat keterangan. Jika hasil rapid test nonreaktif, mereka diperbolehkan meninggalkan lokasi. "Namun, kalau tidak ada surat keterangan, tidak bisa meninggalkan area. Sedangkan yang reaktif akan diisolasi di hotel," katanya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga menyampaikan bahwa kelompok usia muda di Kota Pahlawan banyak yang terpapar. Risma berharap masyarakat tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Ia tak ingin kasus Covid-19 di Surabaya terus bertambah karena kurangnya kesadaran masyarakat.

"Saat ini hampir 70 persen kasus Covid-19 terjadi pada anak muda. Karena itu, saya mohon dengan hormat, terutama  anak-anak muda, untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP