alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Berkas Empat Tersangka Pengambil Jenazah Covid-19 Sudah P-21

15 September 2020, 17: 20: 31 WIB | editor : Wijayanto

KHILAF: Tersangka Isrofil, Bagas Putra, Angga, dan Kemal Afkar saat diamankan polisi.

KHILAF: Tersangka Isrofil, Bagas Putra, Angga, dan Kemal Afkar saat diamankan polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Kasus pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 sudah berlalu tiga bulan. Namun, hingga kini para tersangka belum disidangkan. Berkas perkara yang dikirim penyidik Polres Pelabuhan Tanjung Perak baru dinyatakan sempurna oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak.

Keempat tersangka adalah M. Isrofil Ramadhan, M. Bagas Putra Pamungkas, M. Angga Dwi Saputra dan M. Kemal Afkar--sedang menunggu dilimpahkan penyidik ke jaksa. "Berkas atas nama Isrofil dan kawan-kawan dengan penyidik dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah P-21 pekan lalu," ujar jaksa I Gede Willy Pramana.

Namun, keempat tersangka harus bersabar dahulu. Mereka masih belum bisa segera dilimpahkan ke jaksa. Proses tahap kedua atau pelimpahan tersangka beserta barang bukti masih menunggu P-21 kasus yang diusut di Polrestabes Surabaya. Kasus ini diusut oleh dua polres. Hingga kini penyidik Polrestabes Surabaya masih belum melimpahkan berkas perkara kasus tersebut.

"Kemungkinan kalau memang berkas Isrofil yang dari penyidik Polrestabes Surabaya datang, segera tahap dua. Kami masih menunggu P-21 berkas yang di Polrestabes juga," katanya.

Rencananya proses tahap dua akan dilaksanakan secara video call. Tersangka tidak harus datang ke jaksa saat dilimpahkan. Cara ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Mengingat tersangka juga baru sembuh setelah terpapar virus corona tersebut. "Kami mematuhi protokol kesehatan. Kemungkinan melalui video call," ujarnya.

Keempat warga Wonokusumo itu ditetapkan sebagai tersangka setelah membawa pulang paksa jenazah di RS Paru Surabaya pada 4 Juni lalu. Jenazah kerabatnya yang merupakan pasien Covid-19 itu diambil paksa setelah mereka memaksa masuk ke dalam rumah sakit. Jenazah itu mereka kuburkan sendiri tanpa protokol kesehatan.

Tersangka kemudian dirapid test setelah ditahan penyidik. Hasilnya, mereka dinyatakan reaktif. Setelah itu, mereka juga dites swab. Hasilnya positif Covid-19. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP