alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Pengunjung Sepi, Pedagang Hitech Mall Keluhkan Minimnya Fasilitas

15 September 2020, 16: 29: 41 WIB | editor : Wijayanto

SEPI: Suasana pusat perbelanjaan Hitech Mall di Jalan Kusuma Bangsa.

SEPI: Suasana pusat perbelanjaan Hitech Mall di Jalan Kusuma Bangsa. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Hingga saat ini kondisi fasilitas Hitech Mall Surabaya sangat minim. Para pedagang di Hitech megeluhkan kurangnya fasilitas sejak April tahun lalu.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang IT dan UMKM Hitech Mall Rudi Abdullah, meski saat ini aset tanah sudah dikuasai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, harusnya seluruh fasilitas bisa dikembalikan lagi ke Hitech, sehingga para pedagang bisa bekerja dengan normal, selama ini, tidak bisa bekerja dengan normal. “WPS tidak ada, komunikasi kesulitan, apalagi wifi juga tidak ada pengganti WPS,” katanya.

Rudi mengungkapkan, pemasangan wiFi tidak jadi dipasang dengan alasan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) beberapa waktu lalu, hingga alasan pandemi. Sehingga saat ini para pedagang tidak dapat bekerja dengan maksimal.

“ATM juga tidak ada di sana, kalau ada transaksi kita harus ke minimarket mengantarkan pembeli untuk transaksi. Bahkan sinyal pun tidak ada kita harus keluar,” ungkapnya.

Selain itu,  pada 10 Agustus lalu para pedagang mendapat surat pemberitahuan dari pemkot terkait tagihan. Bahwa pedagang mulai 1 april 2019 menepati gedung minim fasilitas seperti listrik dan air pedagang yang membayar sehingga tidak masalah. “Karena kami membutuhkan tempat (THR Mall) itu untuk bisa kerja, bahkan surat pemberituan tagihan ini membuat kaget para pedagang, padahal kita ini sudah kondisi bertahan di sana,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, bagi pihak ketiga atau calon penyewa yang berminat untuk mengelola gedung tersebut, dapat mengajukan permohonan kepada Pemkot Surabaya. Selanjutnya, pemohon itu akan diproses sesuai ketentuan pengelolaan barang milik daerah.

“Jadi, pemkot akan memanfaatkan gedung itu untuk dikelola oleh pihak ketiga dalam bentuk sewa. Sampai saat ini memang belum ada yang mengajukan sewa, apabila ada yang berminat silahkan langsung datang ke kantor Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah,” katanya.

Dengan sistem dan konsep seperti ini, maka keinginan para pedagang untuk tetap berjualan di tempat itu tetap terakomodir. Bahkan, saat ini para pedagang sudah berjualan kembali di tempat tersebut. "Berdasarkan data yang kami terima dari pengelola sebelumnya, ada sebanyak 354 pedagang yang tetap berjualan di sana. Sekarang mereka hanya membayar pemakaian listrik dan air. Bayar langsung, tidak ke pemkot,” terangnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP