alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Gubernur Pastikan Lot 6 dan Lot 7 JLS Selesai Tahun 2023

15 September 2020, 16: 06: 45 WIB | editor : Wijayanto

Gubernur Khofifah saat meninjau progress pengerjaan jalur lintas sealtan di Kabupaten Tulungagung.

Gubernur Khofifah saat meninjau progress pengerjaan jalur lintas sealtan di Kabupaten Tulungagung. (ISTIMEWA/HUMAS PEMPROV JATIM)

Share this      

SURABAYA-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau pengerjaan proyek jalan Lot 6 Jalur Lintas Selatan (JLS) yang berada di kawasan Kabupaten Tulungagung. Lot 6 JLS ini terbentang dengan panjang mencapai 17,78 kilometer,  dan  rencananya akan selesai pada April 2023.

Lot 6 ini membentang mulai Prigi-batas Tulungagung-Klatak-Brumbun. Sedangkan Lot 7 membentang mulai batas Tulungagung-Sedang-hingga batas Kabupaten Malang sepanjang 12,85 kilometer.

Khofifah mengatakan akan terus dilakukan percepatan-percepatan dalam pembangunannya. Untuk itu, keberadaan JLS diharapkan bisa menjadi daya pengungkit keseimbangan pembangunan utara dan selatan Jatim, apalagi saat ini Bandar Udara Kediri sudah groundbreaking.

“Jika JLS Lot 6 dan 7 selesai, diharapkan semua sektor bisa didorong dari sini supaya bisa bersambung upaya peningkatan kualitas Sumberdaya manusia serta pertumbuhan ekonomi di Jatim,” ujarnya.

Khofifah  menambahkan ruas jalan JLS ini juga penting untuk menjadi akses di kawasan Tulungagung-Trenggalek. Selain itu mempermudah akses koneksitas  wisata pantai di Selingkar Wilis khususnya wilayah Tulungagung dan Trenggalek. Di antaranya, Pantai Klatak, Pantai Gemah, Pantai Kutang, dan Pantai Sine di Tulungagung serta  Pantai Prigi di Trenggalek seiring dengan  pengembangan  pelabuhan di pantai selatan.

“JLS ini juga menjadi bagian penting dari format Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jatim yaitu pembangunan berbasis kewilayahan. Karena itu wilayah utara dan selatan Jatim ini harus sama-sama tumbuh dan pengembangannya harus  sama majunya,” jelasnya.

Khofifah menambahkan topografi wilayah selatan Jatim memerlukan konektivititas antara satu titik dengan titik strategis yang lain. Dan itulah yang dirintis melalui JLS ini. Menurutnya JLS menjadi satu kesatuan dari maksimalisasi percepatan pembangunan ekonomi di Selingkar Wilis. “Dan Selingkar Wilis ini masuk pada tiga area yang menjadi prioritas dari Perpres nomor 80 Tahun 2019,” terangnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu juga sudah menyampaikan kepada Kementrian PUPR terkait percepatan pembangunan proyek JLS, termasuk yang berada di Lot 6 dan Lot 7. Namun demikian, meski anggaran untuk Lot 6 dan Lot 7 sudah ada dari APBN dan Loan IDB,  terkait pembebasan lahan diharapkan bupati dapat membantu prosesnya.

“In syaa Allah dengan percepatan pembangunan JLS lot 6 dan lot 7  didukung dengan airport yang sedang dibangun di Kediri akan terjadi sinergi percepatan pembangunan yang bisa mereduksi  overhead sehingga  daya saing produknya  akan lebih tinggi,” tuturnya.

Sementara itu Plh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Bali Sodeli mengatakan JLS Lot 6 ditargetkan selesai April 2023. Pihaknya berusaha untuk mempercepat pembangunan. Kemudian di Brumbun pada Lot 7 diselesaikan Oktober 2022. Sehingga akhir 2022 dan awal 2023, ruas dari Trenggalek melalui wilayah Prigi sudah bisa tembus sampai dengan Brumbun.

“Tinggal dari Brumbun arah ke lot 7 ada 34 KM. Kalau 34 KM ini diprogramkan pada tahun 2021 dan 2022 bisa tembus sampai ke Blitar,” jelasnya. (mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP