alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pemasok Sabu di Jatim Tewas Didor, 3 Jaringannya Ditembak Kakinya

15 September 2020, 14: 44: 04 WIB | editor : Wijayanto

JARINGAN LAMA: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/9).

JARINGAN LAMA: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus peredaran narkoba yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Bandar gede (bede) sabu-sabu (SS) tewas tertembak karena mencoba melawan petugas dengan senjata tajam. Tersangka Fajar Rizky, 28, yang tinggal di apartemen kawasan Manyar, Surabaya, merupakan pemasok sabu untuk wilayah Jawa Timur.

Selain Fajar, ada tiga tersangka lain yang dibekuk. Dodi Sanjaya, 32, warga Sulawesi Tenggara, Andi Sumarlan, 34, warga Kalimantan Selatan, dan satu lagi Budianto, 37, tinggal di apartemen yang sama dengan Fajar Rizky.

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mengamankan 28,8 kilogram sabu serta 14.700 butir pil ekstasi. Ketiga tersangka ditembak di kakinya karena sempat mencoba melarikan diri ketika disergap. "Kami masih kejar lagi untuk bandar level dua dan level satu," ungkap Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddison Isir.

Penangkapan berawal dari penyergapan tersangka Dodi dan Andi. Mereka ditangkap saat perjalanan menggunakan bus menuju ke Jawa Tengah. Keduanya sudah diikuti oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat berada di bus.

Hingga akhirnya disergap ketika turun dari bus. "Kami amankan lima kilogram sabu dari tersangka. Mereka mengaku mendapat sabu dari napi di lapas di Jatim. Mereka sempat kabur sehingga terpaksa kami lumpuhkan," jelasnya.

Setelah mengamankan kurir dan pengedar sabu, polisi mendapat informasi keberadaan bandar gede di salah satu apartemen. Benar saja, ada tiga orang di dalamnya. Ada tersangka Fajar dan Budianto, serta satu wanita yang diketahui sebagai kekasih Fajar. "Kami amankan 23 kilogram sabu dan 14.700 butir pil ekstasi," terangnya.

Setelah itu, tersangka Fajar dikeler ke rumah yang dikatakan masih ada sabu-sabu di dalamnya. Tersangka mengaku sabu disimpan di sebuah rumah di  Wonorejo Timur. Tersangka mengambil tas di dalam rumah tersebut. Ternyata ada senjata tajam di dalamnya dan diarahkan ke anggota. "Kami terpaksa memberi tembakan tegas terukur dan keras pada tersangka Fajar," ujarnya.

Pihak kepolisian masih mencoba mengungkap jaringan atasnya. Salah satunya berkoordinasi dengan Drug Enforcement Administration (DEA), organisasi yang memerangi penyelundupan narkoba di Amerika. ''Karena ini menyangkut jaringan luar negeri,'' katanya.

Tersangka Dodi yang duduk di kursi roda mengaku baru setahun terlibat bisnis narkoba. Ia mengedarkan sabu yang didapat dari Fajar. Dulu ia sempat mengedarkan di Surabaya dan kota lain di Jawa Timur.

Ia sempat ditangkap dan baru bebas. Kemudian ia mulai masuk ke bisnis ini lagi. Kemudian memilih untuk meneruskan bisnis sabu di Jawa Tengah. "Saya dijanjikan dapat upah Rp 10 juta per kilogram. Namun, harus habis dulu baru dapat upahnya,'' ujar Dodi. (gun/rek) 

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP