alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

ALUCIONES, Refleksi Bunga dan Daun Kering dalam Gaun Glamor

14 September 2020, 18: 10: 12 WIB | editor : Wijayanto

BERMAKNA HALUSINASI: Koleksi busana Aluciones rancangan desainer mahasiswa Unesa Dimas Taufik yang berkesan seksi dan glamor.

BERMAKNA HALUSINASI: Koleksi busana Aluciones rancangan desainer mahasiswa Unesa Dimas Taufik yang berkesan seksi dan glamor. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Libur kuliah di masa pandemi dimanfaatkan oleh perancang busana muda Dimas Taufik untuk melahirkan koleksi terbaru. Itu dapat dibuktikan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini berhasil merampungkan koleksi yang diberi tema Aluciones.

Dimas mengaku, karyanya itu terlahir karena ke-gabutan-nya di tengah pandemi beberapa bulan ini. “Tema ini saya ambil dari kata alucinaciones yang berati halusinasi dalam Bahasa Spanyol. Karya ini tercipta karena kegabutan saya saat awal-awal pandemi Covid-19 yang saat itu dianjurkan untuk di rumah saja. Kebetulan juga ketika liburan kuliah,” ujar Dimas.

Koleksinya kali ini, ia menggunakan lima tone warna, yakni elderflower tea, cookie dough, plancton, sendible brown dan gold. Desainer kelahiran Tulungagung, 3 Desember 1999 ini terinspirasi dari dedaunan kering di pekarangan rumahnya.

“Waktu itu, saya melihat daun serta bunga kering saat sore hari. Di mana ada cahaya yang menyinari mereka. Seakan-akan memantulkan warna keemasan pada daun dan bunga itu,” ungkap Dimas.

Oleh karena melihat itu, dia pun mendapatkan inspirasi dari hal-hal sederhana yang ada di sekitarnya. “Saya memilih tema ini pun juga simpel, ingin menyibukkan diri di rumah pada saat pandemi berlangsung,” ungkapnya.

Meskipun pada mulanya hanya untuk mengisi waktu, namun koleksi rancangan Dimas ini dibuat sedetail dan seindah mungkin. Kali ini terdapat empat busana dengan potongan a-line yang merepresentasikan bentuk daun yang lebar di satu sisi.

Sementara untuk detail, ia juga memberikan aksen bunga dan daun dari kain brokat. Ia susun di beberapa bagian, seperti pada dada, perut, pinggul, bahkan busana bagian bawah. Semakin cantik dan anggun dengan perpaduan payet serta kristal yang berwarna senada. Ada yang glamor dengan lingkar dan atasan yang tidak terlalu terbuka.

“Ada juga yang tampak kalem dengan rok duyung yang ditambah sayap di bagian sisi lengan kanan dan kiri. Desain lainnya menawarkan konsep yang strong glamour dengan belahan di sisi kiri rok yang memberi kesan seksi,” paparnya

Ada pula busana yang terdapat belahan pada bagian tengah rok, semakin cantik dengan ekor dari kain tile yang memberi kesan mewah. “Untuk kainnya, saya menggunakan satin silk, brokat, dan sifon. Ini untuk menyesuaikan konsep gaun rancangan saya yang lebih ke arah glamor,” lanjutnya.

Sebenarnya, gaya gaun yang ia rancang untuk dikenakan dalam gelaran beauty pageant. Ia bermimpi suatu saat dapat dikenakan oleh para Puteri Indonesia. “Selain itu, busana ini juga cocok dikenakan untuk acara pesta. Prewedding pun juga bisa. Untuk segmentasi usia, mulai 17 sampai 30 tahun,” tuturnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP