alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pencairan KPR akan Gairahkan Pasar Properti Kembali

13 September 2020, 20: 08: 24 WIB | editor : Wijayanto

MULAI MEMBAIK: Dari kanan: Chollief Coerrasjaini, Indardi Wahyudi, Agung Krisprimandoyo, Andreas Yosianto dan Umam, foto bersama usai acara talkshow live IG di kantor CitraLand Driyorejo.

MULAI MEMBAIK: Dari kanan: Chollief Coerrasjaini, Indardi Wahyudi, Agung Krisprimandoyo, Andreas Yosianto dan Umam, foto bersama usai acara talkshow live IG di kantor CitraLand Driyorejo. (M AFIQ FIRDAUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Akibat pandemi Covid 19, kondisi pasar properti masih melambat. Namun developer tetap yakin penjualan akan naik di semester kedua tahun ini. Mereka berharap agar ada kepastian pengucuran KPR dari perbankan.

Menurut Agung Krisprimandoyo, direktur PT Ciputra Development Tbk, secara umum pasar mengalami koreksi. Namun tidak terlalu signifikan. Hanya sekitar 20 persen saja akibat pandemi Covid.

Namun dia yakin jika perbankan terutama bank-bank besar sudah kembali menyalurkan KPR nya, pasar property akan membaik lagi. Pasalnya, saat ini banyak pembeli yang sudah lunas atau mau lunas pembayaran cicilan DP-nya sehingga KPR harus diproses.

“Karena itu ketersediaan KPR dari bank itu yang ditunggu. Jika KPR bisa segera realisasi maka pasar akan membaik lagi,” kata Agung Kriprimandoyo kemarin.

Menurutnya, akibat Covid 19 pasar mengalami tekanan. Selain penjualan melambat juga ada beberapa pembeli yang terpaksa harus meng-cancel pembelian karena terdampak Covid 19. Namun begitu developer tetap memberikan banyak skema kemudahan untuk pembeli agar tidak cancel.

“Sekarang suku bunga bank cukup bagus. Namun 3-4 bulan bank masih sibuk dan  berhati-hati menyalurkan KPR. Mereka masih fokus melakukan restrukturisasi nasabah lama agar tidak berhenti di jalan,” tambahnya.

Indardi Wahyudi, VP Consumer Loan Regional 8 Jawa 3 Bank Mandiri mengatakan, pasar mengalami kontraksi sejak awal Maret 2020. Target tahunan hingga saat ini baru tercapai 40 persen. Namun semester dua sudah mulai membaik.

Namun, pihaknya masih berhati-harti dalam menyalurkan KPR-nya. Secara nasional hanya ada lima developer yang mendapat prirotas di antaranya adalah Ciputra Group dan Pakuwon Group serta tiga developer dari Jakarta.

“Sejak Maret kami konsentrasi restrukturisasi. KPR juga ada pengetatan. Namun semester dua mulai ada relaksasi. Pencairan KPR sudah mulai jalan lagi,” tandas Indardi Wahyudi.

Sementara itu, Rudy Harsono, Kepala Kantor Kredit Konsumer BCA Surabaya mengatakan, semester pertama tahun ini penyerapan KPR menurun karena Covid 19. Sebab itu, pihaknya fokus membantu nasabah yang kesulitan untuk diberikan relaksasi.

“Relaksasi ini masuk dalam kredit yang direstrukturisasi. Ada grace periode dan perpanjangan waktu pinjaman. Namun ada nasbah  yang tidak mau restrukturisasi. Karena ada konsekuensinya. Debitur akan masuk dalam catatan OJK,” tandas Rudy.

Dia yakin kerja sama dengan developer akan terjaga dengan baik. Apalagi saat ini Bank Mandiri dan BCA sama-sama menggelar event expo properti secara online.Pesertanya developer di Jakarta, Surabaya dan kota besar lainnya dengan ratusan proyek.

Diharapkan lewat moment expo online tersebut transaksi KPR akan meningkat kembali. Kedua bank raksasa ini juga sama-sama memberikan bunga KPR murah seperti Bank Mandiri bunganya 5,99 persen dan 6.86 persen fixed 3 dan 5 tahun. Sementara BCA bunganya 5.88 dan 6.88 persen fixed 3 dan 5 tahun. (fix/jay)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP