alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Siapkan SDM Logistik Andal, Gunung Mas Kerja Sama dengan ITN Malang

13 September 2020, 09: 05: 07 WIB | editor : Wijayanto

KERJA SAMA: Direktur PT GMS Iko Sukma H (kiri) bersama Rektor ITN, DR Ir Kustamar (kanan) , Dr. Ellysa Nursanty, ST.,MT, dekan FTI dan Dodik Suprapto foto bersama usai penandatanganan MoU di Aula ITN Malang.

KERJA SAMA: Direktur PT GMS Iko Sukma H (kiri) bersama Rektor ITN, DR Ir Kustamar (kanan) , Dr. Ellysa Nursanty, ST.,MT, dekan FTI dan Dodik Suprapto foto bersama usai penandatanganan MoU di Aula ITN Malang. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – Untuk meningkatkan daya saing di bidang logistik di pasar global, perlu didiukung SDM yang kuat dan berkompeten. Untuk itu, PT Gunung Mas Samudra (GMS) –salah satu pelaku bisnis logistik berikat di Surabaya– melalukan kerjasama dengan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. 

Menurut Iko Sukma Handriadianto, direktur PT Gunung Mas Samudra (GMS), kerjasama ini dimaksudkan untuk melahirkan generasi muda yang handal dibidang logistik. Sehingga kedepan Indonesia akan memiliki daya saing yang kuat dibidang logistic.

“Kerja sama ini menjadikan logistik salah satu prodi di Fakultas Teknik Industri di ITN. Ini yang pertama kalinya di Jatim. Kalau di Jakarta dan Bandung sudah ada kampus yang menjadikan logistik sebagai salah satu prodinya,” kata Iko Sukma H. 

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan pada 08 September 2020 lalu di aula Gedung Pascasarjana ITN, Malang. Pertemuan tersebut dihadiri 18 orang yang terdiri dari 2 orang karyawan PT. GMS dan 16 orang dari ITN yakni Rektor, Dekan FTI beserta jajaran akademik ITN lainnya.

Setelah MoU tersebut akan ada pertemuan berkelanjutan melalui diskusi terbuka maupun seminar. 

“Kami berharap melalui kerja sama ini nantinya akan lahir bibit-bibit unggul yang berkompeten untuk memajukan dan meningkatkan effisiensi sistem logistik Indonesia, sehingga kedepan menjadi jauh lebih praktis, ekonomis, dan kompetitif di pasar global,” tambah Iko. 

Pihaknya yakin jika pembelajaran logistik dilakukan secara terpogram dan komprehensif, kedepan Indonesia akan menjadi negara yang kuat dalam bisnis di sektor logistik. Di negara maju sudah memahami pentingnya wawasan logistik bagi generasi muda agar dapat bersaing di era global. 

Apalagi, kedepan kegiatan jual-beli antar negara semakin meningkat. Sebab itu, di jaman digital yang serba cepat ini semua harus mampu mengambil langkah cepat dan tepat. Agar kedepan tidak semakin ketinggalan dari negara lain. 

Dijelaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan beragam suku, budaya, dan kekayaan alam yang melimpah. Kegiatan bisnis ekspor Import juga merupakan sa;ah satu sumber kekuatan ekonomi Indonesia.

Namun sejauh ini sistem Logistik di Indonesia masih belum optimal, sehingga overal logistic performance index indonesia menempati rangking 46 dunia dengan score 3.15 berdasarkan data dari The World Bank 2018.

Sebab itu, sosialisai dan edukasi harus dilakukan secara bersama-sama baik pemerintah, pengusaha maupun organsasi lainnya. Sasarannya, selain kalangan industry juga  pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sehingga nanti mereka mampu menjadi pelaku bisnis ekspor impor. 

“Sekarang eranya digital. Semua kegiatan bisnis terbuka luas. Kegiatan ekspor impor juga tidak selalu dilakukan dalam sekala korporasi namun bisa dilakukan sekala kecil bahkan perorangan. Lewat market place semua bisa dilakukan pelaku usaha termasuk UMKM,” ujar Iko. (fix) 

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP