alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

Setelah Ada Bapaslon Positif Covid-19, KPU Surabaya Akan Tes Berkala

13 September 2020, 03: 02: 16 WIB | editor : Wijayanto

Komisioner KPU Surabaya sedang melakukan rapat kordinasi.

Komisioner KPU Surabaya sedang melakukan rapat kordinasi. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya akan melakukan rapid test dan swab secara berkala kepada pegawai, staf dan komisioner KPU berkaitan dengan adanya kasus positif Covid-19 Bapaslon Pilwali Surabaya.

Komisioner Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya Soeprayitno mengatakan pihaknya secara bertahap melakukan rapid secara berkala dan secara bergulir swab. "Untuk itu kami  di KPU sudah melakukan rapid dan swab secara berkala dan bergulir," katanya.

Pria yang akrab disapa Nano tersebut menegaskan bahwa pada saat pendafataran di KPU Kota Surabaya pada Jumat lalu Bapaslon sudah membawa surat swab. "Dan kedua Bapaslon dinyatakan negatif pada surat yang dibawa saat pendafataran," kata Nano.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Surabaya. Mulai dari pendirian tenda saat pendafataran hingga saat. "Kami terus melakukan koordinasi dengan tim Gugus Tugas," terangnya.

Sebelumnya Bapaslon harus membawa hasil test swab saat mendaftar ke KPU karena merupakan syarat pendaftaran. Sesuai dengan PKPU Nomor 10 Tahun 2020 perubahan atas PKPU No 6 Tahun 2020 tentang tahapan pemilihan di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan test swab.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya M. Fikser mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan swab kepada seluruh petugas di KPU Kota Surabaya. "Jadi, tidak hanya komisioner tapi semua petugas yang ada di KPU, atau yang diperbantukan di KPU akan dilakukan swab oleh pemkot," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penyemprotan disenfektan secara berkala di kantor KPU kota Surabaya. "Karena kita tahu sekarang KPU Surabaya menjadi tempat berkumpulnya para konsestan pilkada," imbuhnya.

Namun pihaknya akan segera berkoordinasi untuk melakukan swab dan penyemprotan disinfektan. Karena saat ini pemkot belum mengetahui siapa yang positif bapaslon. Sehingga ketika sudah diketahui siapa yang positif maka Pemkot akan melakukan tracing, karena Hasil tracing untuk bisa menentukkan kontak eratnya itu dengan siapa saja, supaya kontak erat itu pun juga mendapat pengawasan penanganan.

 "Terus kalau tracing itu, melihat bahwa yang bersangkutan posisinya dimana, apakah posisinya isolasi mandiri di rumah, apakah rumahnya memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri atau tidak," terangnya.

Kalau sudah dilakukan tracing, pemkot akan memfasilitasi untuk yang bersangkutan diisolasi di Asrama Haji. "Lah, di sana ada treatment yang diberikan, seperti pemeriksaan kesehatan, olahraga, memberikan vitamin, pengobatan sampai sembuh," pungkasnya. (rmt/rak)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP