alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Hanya 25 Persen Siswa yang Diizinkan Ikuti Pembelajaran Tatap Muka

13 September 2020, 02: 22: 36 WIB | editor : Wijayanto

UJI COBA: Simulasi pembelajaran tatap muka di SMK.

UJI COBA: Simulasi pembelajaran tatap muka di SMK. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Uji coba pembelajaran tatap muka (PTM)  mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Kota Surabaya. Meskipun masih zona merah, kebutuhan pembelajaran produktif SMK harus tetap dijalankan. Jumlah siswa hanya dibatasi hingga 25 persen dari total siswa keseluruhan 2.413.

Seperti terlihat di SMKN 6 Surabaya, kemarin. Dengan mengenakan masker, para siswa dan guru antre melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke area sekolah. Mereka juga diwajibkan mencuci tangan sebelum masuk kelas.

Kepala SMKN 6 Surabaya Bahrun mengatakan, uji coba kemarin hampir sama skemanya dengan pertengahan Agustus lalu. Juga tidak jauh berbeda untuk siswa yang melakukan praktik keahlian. Seperti jurusan akuntansi dan kecantikan.

Bahrun mengatakan, skemanya sama. Kalau biasanya satu kelas ada 36 siswa, kini hanya diisi sembilan anak. Meski demikian, protokol kesehatan tetap diutamakan.

"Untuk jurusan kecantikan, guru harus memilih materi yang aman dan tidak berkontak langsung antara siswa satu dan lainnya.  Misalnya, materi tata rambut kita siapkan wig rambut.  Tapi kalau materi perawatan kulit belum kami berikan. Jadi, memang pintar-pintar guru untuk memilih agar tidak terjadi kontak dengan anak lain," terangnya.

Lebih lanjut Bahrun mengatakan bagi siswa yang tidak terjadwal praktek keahlian bisa mengikuti pembelajaran secara daring. Sehingga, dalam sebulan masing-masing siswa hanya melakukan tatap muka dua kali dengan sistem rotasi jurusan.

"Jadi setiap jurusan yang memungkinkan materinya bisa praktek, ya kita adakan praktek. Kalau gak sehat ya gak usah datang.  Karena mereka masuk sekolah juga harus bawa pernyataan sehat dari orangtua dan ijin dari orangtua," katanya.

Wakil SMKN 6 Surabaya Bidang Manajemen Sekolah Anton Sujarwo mengungkapkan, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk tidak mengadakan pertemuan tatap muka dengan siswa. Sejauh ini siswa masih mengikuti pembelajaran daring sesuai dengan materi yang disusun.

"Belum berani tatap muka. Tunggu informasi lebih lanjut dari dinas pendidikan. Kami patuh sesuai dengan kebijakan pemerintah," katanya.

Sejumlah siswa mengaku cukup senang karena dapat kembali bersekolah dan mengikuti pembelajaran praktik yang memang tidak bisa dilakukan di rumah. Siswi kelas 12, Rahmadia, mengatakan, belajar langsung jauh lebih bagus ketimbang belajar jarak jauh. "Kalau belajar sendiri di rumah membosankan," katanya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan gubernur Jatim dan kepala dinas pendidikan. Gubernur Khofifah bersama Kapolda dan Pangdam V Brawijaya akan mengumpulkan seluruh bupati/wali kota serta pimpinan DPRD di Kota Batu.

"Ini dalam rangka menyikapi dan menindaklanjuti beberapa surat dari kementerian untuk penanganan Covid-19. Ada hal-hal yang harus diikuti dengan protokol kesehatan," ujarnya. (mus/rek) 

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP