alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Features
icon featured
Features

Pusing Jadi ATM Istri dan Mertua, Driver Ojol Pilih ke KUA

11 September 2020, 08: 04: 44 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karena mertua sering menuntut dibelikan benda yang kurang penting, Donwori memilih untuk menceraikan Karin, 34, istrinya. Pria 35 tahun itu juga sering dimintai sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Hal itu membuat Donwori  tidak betah tinggal di rumah mertuanya. Karin pun diajak pindah ke kontrakan juga tidak mau karena keberatan meninggalkan ayah dan ibunya. “Sebenarnya kalau saya diminta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masih mampu. Tapi, kalau dituntut untuk beli barang perabotan yang kurang diperlukan, itu yang agak berat,” ujar Donwori.

Bila tidak diberi, yang ada dirinya merasa sungkan lantaran numpang di rumah mertua. Di sisi lain, tuntutan ibu mertuanya membuat dirinya resah. Belum lagi, Karin juga menuntut berbagai barang berharga padahal sudah pernah dimiliki. 

Gajinya yang hanya cukup untuk makan dan mbayar cicilan kendaraan, membuat Donwori pontang-panting. “Saya merasa kok hanya dimanfaatkan, kalau ada uang saya selalu diminta beli ini itu. Anak saya juga butuh biaya sekolah, istri gak pengertian, ibu mertua begitu pula,” kata dia. 

Saking rumitnya masalah keuangan, hubungan rumah tangganya dengan Karin pun diakhiri oleh Donwori. Dirinya memilih merawat anaknya sendiri tanpa harus diribeti mertuanya. “Sebenarnya saya pingin tinggal di rumah kontrakan sama istri saya, tapi mertua tidak rela anaknya tinggal di rumah kontrakan. Serba salah saya,” sergah Donwori yang berprofesi sebagai driver ojol ini. 

Karena tidak ada solusi yang pasti, Donwori meminta agar diakhiri saja hubungan rumah tangga itu. Karena dirasa sudah tidak bisa lagi dilanjutkan kalau ujungnya hanya dimanfaatkan untuk beli barang ini dan itu. “Sebenarnya saya gak mau kalau harus melakukan perceraian, tapi apa boleh buat itu saya alami,” pungkasnya ditemui di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, belum lama ini. (*/opi) 

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP