alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Konsultasi lewat Telemedicine Jadi Solusi di Tengah Pandemi

11 September 2020, 07: 42: 55 WIB | editor : Wijayanto

Stafsus Menteri Kesehatan RI Bidang SDM Kesehatan dr. Mariya Mubarika

Stafsus Menteri Kesehatan RI Bidang SDM Kesehatan dr. Mariya Mubarika (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Hingga saat ini Jawa Timur (Jatim) masih gencar memerangi penyebaran virus corona (Covid-19). Di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Stafsus Menteri Kesehatan RI Bidang SDM Kesehatan dr. Mariya Mubarika memberikan sejumlah arahan agar penularan tidak semakin berkelanjutan di kawasan Jatim dan sekitarnya.

Dalam paparannya melalui webinar, dr. Mariya menjelaskan, edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang paling utama dilakukan dalam penanganan pandemi. Salah satunya adalah melalui menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan (3M).

“Pemahaman dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan ini menjadi kunci untuk menekan angka kasus Covid-19 di Indoneisa,” ujarnya dalam webinar penerapan AKB di Jatim.

Selain itu, dr. Mariya juga menjelaskan, menekan angka penularan Covid-19 bisa juga menggunakan cara telemedicine. Yaitu konsultasi ke dokter tanpa harus tatap muka dan datang ke rumah sakit (RS) secara langsung. “Jadi, dengan telemedicine maka masyarakat tetap mendapat pelayanan kesehatan sesuai dengan keluhan masing-masing. Bisa dari rumah langsung konsultasi ke dokter,” jelasnya. 

Mengenai telemedicine, Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Dr. dr. Kohar Hari Santoso juga mendukung adanya teknologi konsultasi daring tersebut. Menurutnya, penggunaan layanan telemedicine dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan di fase AKB seperti saat ini.

“Protokol kesehatan di era kebiasaan baru harus dilakukan di semua level masyarakat, terutama yang memiliki penyakit penyerta (komorbid, Red) dan lebih berisiko jika terpapar Covid-19. Karena seperti yang kita ketahui, pandemi belum selesai, untuk itu kita harus disiplin,” kata Kohar. 

Dalam hal edukasi, lanjut Kohar, telemedicine juga dapat berperan untuk menyederhanakan informasi kesehatan yang cenderung sulit dipahami oleh masyarakat. Sehingga, hal ini harus terus dikembangkan. 

“Selain menerapkan protokol kesehatan dengan menerapkan Disiplin, Edukasi, Sanksi, dan Isolasi (DESI). Kita juga akan upayakan masyarakat tetap mendapat layanan kesehatan melalui konsultasi model daring seperti ini (telemedicine, Red),” paparnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP