alexametrics
Sabtu, 31 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

Satu Bapaslon Cawali Positif Covid-19, KPU Perpanjang Test Kesehatan

10 September 2020, 09: 37: 03 WIB | editor : Wijayanto

KETAT: Komisioner dan staf KPU Surabaya mendampingi bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya saat tes swab PCR di RSUD dr Soetomo.

KETAT: Komisioner dan staf KPU Surabaya mendampingi bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya saat tes swab PCR di RSUD dr Soetomo. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Salah seorang bakal pasangan calon (bapaslon) wali kota dan wakil wali kota Surabaya dikabarkan positif Covid-19. Informasi itu berdasarkan surat pemberitahuan hasil tes PCR dari RSU dr Soetomo yang melakukan tes kesehatan para bapaslon Pilkada Surabaya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Rabu (9/9).

Namun, Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya, Soeprayitno, tidak menyebutkan siapa bakal calon dimaksud. Ia hanya menyebut bahwa keterangan positif covid-19 itu berdasarakan surat pemberitahuan dari RSUD dr Soetomo yang diterima KPU Surabaya, Rabu (9/9). "Kami sudah menyerahkan hasil tes tersebut kepada calon yang dimaksud," katanya.

Namun, Soeprayitno memastikan saat pasangan calon mendaftar, mereka dikuatkan bukti tertulis hasil tes PCR yang menyebut negatif. "Saya tidak menyebut nama lho ya, salah satu dari satu bapaslon. Barulah setelah tes swab lagi, hasilnya positif," terangnya.

Soeprayitno menjelaskan bahwa setelah tes swab pada Senin (7/9) lalu, kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan pada Selasa (8/9) hingga Rabu (9/9). Berdasarkan absensi di Graha Amerta RS Dr. Soetomom hingga saat ini Bapaslon Machfud Arifin-Mujiaman yang belum hadir untuk melakukan tes kesehatan lanjutan.

"Kemudian kami baru saja menerima surat pemberitahuan dari RSUD dr Soetomo. Surat itu berisi, bahwa salah seorang dari satu bapaslon dinyatakan positif," terangnya.

Pihaknya kini sudah meneruskan keterangan hasil swab itu kepada bapaslon yang positif tersebut. KPU Surabaya juga mengimbau agar bapaslon itu melakukan isolasi mandiri. "Artinya tidak hanya bagi bakal calon wali kotanya dalam rangka penyembuhan, tapi juga bakal calon wakil walikotanya agar tidak tertular," jelasnya.

Soeprayitno membantah bahwa KPU Surabaya menutupi informasi yang ada selama ini. Dia berdalih pihaknya memang belum menerima keterangan resmi dari RS dr Soetomo mulai kemarin. "Baru hari ini (Rabu, 9/9), mendapatkan surat yang jelas dari RSUD dr Soetomo. KPU tidak menutupi, karena masih menunggu surat resmi dari RS," katanya. 

Ia menjelaskan, bakal calon Wali Kota yang positif tersebut diwajibkan isolasi mandiri sampai 17 September. Namun apabila dibutuhkan waktu lagi akan ditambah tiga hari lagi. Sehingga, jadwal pemeriksaan kesehatan atau general checkup bisa dilakukan di tanggal berikutnya.

"Atas saran dari RS dr Soetomo dan IDI Jatim, isolasi harus dilakukan hingga 17 September. Kalau hasil pemantauan kesehatan baik, maka bisa dilanjutkan 18 September untuk pemeriksaan kesehatan. Kalau belum baik maka ditambah 3 hari lagi. Sehingga pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan 21-22 September," jelasnya.

Karena terjadi pergeseran tahapan ini, maka KPU Kota Surabaya akan menerbitkan SK tentang penetapan pemeriksaan kesehatan. Artinya lepas dari tahapan sesuai ketentuan di PKPU No 5 tahun 2020. Sekiranya pemeriksaan kesehatan kelar, maka kembali lagi merujuk pada tahapan PKPU No 5 tahun 2020.

"Itu tidak masalah membuat tahapan baru dengan payung SK KPU Surabaya. Karena dengan kondisi ini sudah melewati jadwalnya. Nanti balik lagi ke PKPU No 5 kalau sudah beres pemeriksaan kesehatannya," terangnya.

Sementara itu Kepala Badan Pemenangan Pemillu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Anas Karno, mengapresiasi KPU yang mengumumkan ada calon yang terkonfirmasi positif Covid-19 meski tanpa menyebut nama. Transparansi itu diperlukan mengingat kegiatan calon kepala daerah selalu dikelilingi banyak orang.

"Ketika dites dan positif Covid-19, maka harus ada tracing, lalu treatment, dan isolasinya ditentukan. Jadi, penting diumumkan terbuka untuk kebutuhan tracing siapa saja yang berinteraksi. Ini menyangkut kesehatan masyarakat juga," katanya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP