alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Sama-Sama Egois dan Keras Kepala, Pernikahan Hanya Bertahan 7 Bulan

10 September 2020, 02: 55: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Menikah itu memang gampang-gampang susah. Artinya, bisa dibuat gampang, tapi ya bisa berjalan dengan rumit. Tergantung kepada pasangannya masing-masing.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Seperti pernikahan yang dialami Donwori, 27, dan Karin, 25. Mereka tak akan pernah bisa merayakan hari ulang tahun pernikahan. Karena usia pernikahan tak melewati satu tahun. Tepatnya hanya tujuh bulan saja. Jadi, apa yang bisa dibanggakan kepada teman, saudara, atau kenalan dengan pernikahan yang singkat itu?

Pernikahan Donwori dan Karin hanya seumur jagung karena sifat masing-masing. Sama-sama egois. Baik Donwori maupun Karin, tidak ada yang mau mengalah. Apalagi soal pekerjaan.

Ceritanya, Donwori dan Karin sama-sama pekerja keras. Karir mereka di perusahaan masing-masing juga sama-sama bagusnya. “Kami sama-sama mengejar karir. Dan itu membuat masing-masing kita menjadi egois,” curhat Donwori.

Ia masih ingat, bagaimana kali pertama jumpa dengan Karin. Ia melirik seorang perempuan cantik tinggi semampai dibalut blazer dipadu rok pendek dalam sebuah gathering perusahaan di sebuah hotel berbintang di Surabaya, dua tahun lalu . Keduanya mewakili perusahaan masing-masing. “Melihat Karin, entah mengapa saya langsung ada filing,” aku pria bermata sipit itu.

Singkat kata singkat cerita, Donwori nembak Karin dan diterima. Mereka pun akhirnya menikah. Tapi, perkenalan singkat itu ternyata justru menjadi awal bencana. Karena tak cukup punya bekal untuk saling memahami sifat maupun peran masing-masing dalam sebuah pernikahan, Donwori dan Karin malah saling hujat. 

“Saya sebenarnya nggak ingin cepat nikah, tapi orang tua mendesak. Kepingin cepat punya cucu. Padahal saya masih mau fokus sama karir saya,” ujar Donwori.

Selain sama-sama mengejar karir, Donwori merasa tidak bebas ketika menjalankan pekerjaannya yang super sibuk itu. Hingga membuat keduanya jarang bertemu di rumah. Oleh karena itu, Karin sering ngomel kalau Donwori sedang tidak berada di rumah.

Hal itu membuat Donwori risih dan tidak fokus dengan pekerjaannya. Karena keadaan rumah tangganya yang semakin rumit, Donwori pun memilih untuk bercerai. Akan tetapi kedua orang tuanya yang inginkan cucu dari Donwori tidak ingin hubungan anaknya berakhir begitu saja.

Namun Donwori yang keras kepala, Karin pun begitu sama halnya dengan dia. Hubungan keduanya mulai retak secara perlahan karena keegoisan mereka.

“Karena kondisinya sudah tidak lagi harmonis, kami sepakat memutuskan untuk bercerai. Dia tidak mau mengerti kalau dirinya selama ini saya juga perlu mengurus pekerjaa saya,” pungkas Donwori ditemui di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya, belum lama ini. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP