alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

TK/PAUD yang Nekat Selenggarakan Home Visit Bisa Disanksi

09 September 2020, 17: 10: 40 WIB | editor : Wijayanto

Thussy Apriliyandari, Kabid PAUD, Dikmas, Kesenian, dan Olahraga Pendidikan Dispendik Kota Surabaya

Thussy Apriliyandari, Kabid PAUD, Dikmas, Kesenian, dan Olahraga Pendidikan Dispendik Kota Surabaya (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Pembelajaran tatap muka untuk TK/PAUD saat ini masih belum diselenggarakan, namun Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya akan menjatuhkan sanksi apabila penyelenggaraan pendidikan TK/PAUD mengadakan pembelajaran tatap muka. Pasalnya saat ini di beberapa tempat pihak TK/PAUD menyelenggarakan home visit (berkunjung ke rumah) untuk belajar bersama.

Kabid Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Kesenian dan Olahraga Pendidikan Dispendik Kota Surabaya Thussy Apriliyandari mengatakan, pihaknya masih belum mengumumkan adanya pembukaan sekolah untuk anak TK/PAUD karena jenjang SD dan SMP di Surabaya belum melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. "Nunggu SD dan SMP dulu baru nanti TK/PAUD yang masuk. Kalaupun ada yang maksa memasukan siswanya masuk kami akan tegur dan sanksi sekolah TK/PAUD tersebut," katanya.

Thussy menegaskan, sanksi yang diberikan saat pihak sekolah melakukan pelajaran tatap muka meski dengan home visit berupa teguran sampai pencabutan izin. "Kita akan cek ke satuan pendidikan tingkat kecamatan hingga kelurahan di Surabaya karena itu tidak boleh itu dilaksanakan. Kami akan sanksi teguran tertulis sampai pencabutan izin operasional sekolah kalau ada yang sampai menyelenggarakan," tegasnya.

Meski belum boleh melakukan home visit atau tatap muka, bukan berarti pihak sekolah TK/PAUD tidak menerapkan protokol kesehatan. Pihaknya sudah meminta penyelenggara sekolah untuk membuat atau menyusun protokol kesehatan.

"Sesuai arahan dari SKB empat menteri kami imbau mereka penyelenggara sekolah untuk menyusun protokol kesehatan dan mengupload kesiapan sekolah melalui website karena kami punya SIM PAUD/TK untuk melihat kesiapannya karena ini berhubungan dengan keselamatan warga sekolah," ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga akan melakukan tes swab masal bagi guru TK/PAUD se-Surabaya pasca tes swab bagi guru SD dan SMP. "Nanti kami akan swab guru TK/PAUD nunggu instruksi dulu dari pimpinan. Karena guru SD dan SMP masih ada yang belum (test swab). Jadi masih ada waktu," terangnya.

Sementara itu salah satu sekolah TK di kawasan Surabaya Barat terlihat melakukan pembelajaran tatap muka dengan home visit. Salah satu pengajar di TK yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa home visit tersebut dilakukan bergantian ke rumah para siswa tujuannya untuk mendidik para siswa usia dini untuk belajar meski ditengah pandemi.

"Jadi kami siasati untuk melakukan home visit seminggu dua kali ke rumah siswa secara bergantian, kalau gak begitu nanti anak-anak gak belajar. Kalau pakai HP (daring) nanti kesulitan," katanya. (rmt/nur)


(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP