alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Serapan Barang Impor Turun, Importir Berharap Bantuan dari Pemerintah

04 September 2020, 16: 01: 06 WIB | editor : Wijayanto

DAYA BELI TURUN: Akibat terdampak pandemi Covid-19, penyerapan barang impor anjlok, hal ini diharapkan Ginsi agar pemerintah juga memperhatikan nasib para importir.

DAYA BELI TURUN: Akibat terdampak pandemi Covid-19, penyerapan barang impor anjlok, hal ini diharapkan Ginsi agar pemerintah juga memperhatikan nasib para importir. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Di tengah pandemi virus corona (Covid-19) membuat pelaku importir barang yang bergerak pada sektor perdagangan internasional mengalami sejumlah penurunan serapan. Hal tersebut disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) Capt. H Subandi mengatakan, pada saat ini para pengusahan yang bergerak di bidang importasi mengalami kendala. Salah satunya tidak maksimalnya serapan barang impor di dalam negeri.

“Terserapnya barang impor di dalam negeri ini sangat rendah, kurang lebih saat ini sekitar 50 hingga 60 persen barang yang terserap,” ujar Subandi saat ditemui dalam Musyawarah Daerah Luar Biasa Ginsi di Surabaya.

Artinya, lanjut Subandi, barang yang diimpor oleh para importir selama pandemi, tidak berjalan maksimal dalam hal produksi. Akan tetapi, jika barang dari para importir berhasil diproduksi secara maksimal, hasil produksinya juga tidak akan bisa diserap secara maksimal.

“Itu menandakan terjadi penurunan produsen. Oleh karena itu kita memohon pada pemerintah agar para pengusaha yang bergerak di bidang importasi bisa juga didukung, bukan hanya disektor UMKM saja. Tapi juga di sektor middle company level perusahaan menengah, karena kami juga memiliki karyawan yang mempunyai gaji lebih besar,” tuturnya.

Dirinya berharap, para pelaku importir barang mendapat perhatian dari pemerintah berupa bantuan materil maupun dari sisi kemudahan trading, dan perizinan masuknya barang impor.

“Iya karena apa, kalau para pelaku importir di saat pandemi ini seperti regulasi perizinannya dipersulit maka musibahnya jadi dobel. Sudah situasi sulit, menjalankan usahanya semakin sulit. Saya rasa itu saran dari Ginsi untuk pemerintah,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP