alexametrics
Selasa, 20 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Menikah Tanpa Restu Ortu, Suami Bangkrut Disuruh Pisah

01 September 2020, 03: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Restu orang tua dalam sebuah pernikahan itu super penting. Kalau mengabaikannya, bisa-bisa rumah tangga Anda hancur berkeping-keping seperti yang dialami Karin dan Donwori.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya
 
Karin, 30, dan Donwori, 31, menikah berdasarkan cinta. Saking cintanya, meskipun orang tua tidak menyetujui, Karin nekad saja. Restu yang tak kunjung datang, ia abaikan. Alhasil, penyesalan datang setelah lima tahun berselang.

Sejak awal, tepatnya saat mulai pacaran, orang tua Karin sudah tak setuju anaknya menjalin asmara dengan Donwori. Sayangnya, saat itu orang tua Karin tak menjelaskan, kenapa tidak setuju dengan Donwori. “Akhirnya menikah tanpa restu. Ya, saking dibutakan oleh cinta,” cerita Karin mengenang masa-masa awal pernikannya dengan Donwori.

Karin dipacari Donwori sejak masih duduk di bangku kuliah. Keduanya satu kampus, di sebuah perguruan tinggi swasta di kawasan Surabaya Timur. “Singkat kata singkat cerita, saya manut dinikahi (Donwori, Red) karena cinta,” lanjutnya. 

Namun setelah menikah, kondisi ekonomi Donwori yang tadinya bisa mencukupi anak serta istrinya, berubah. Usaha yang digeluti Donwori mulai goyang. Perekonomian mereka pun morat-marit, apalagi pernikahan itu sudah menghasilkan satu anak. “Saya stres,” aku Karin.

Melihat anaknya stres, orang tua Karin cemas. Mereka takut anaknya hidup susah, mengingat selama ini Karin tak pernah mengalaminya.
Maklum Karin terlahir dari orang tua yang berkecukupan. “Ya karena orang tua saya takut kalau saya kesusahan. Saya diminta cerai dengan suami, padahal saya ingin berjuang dengan suami saya,” ujarnya.

Akan tetapi pemikiran orang tua Karin yang kolot, tetap ingin anaknya bercerai agar cucunya juga tidak merasa susah. Di samping itu, Karin tidak ingin suaminya susah sendiri di masa sulit. Donwori yang juga masih menyayangi keluarga kecilnya, tetap ingin mempertahankan hubungan tersebut.

Selain itu, Donwori masih merasa mampu menghidupi istri dan anaknya. Donwori sempat kerja serabutan demi keluarganya. “Iya setelah suami saya bangkrut, orang tua saya semakin benci dengan dia (Donwori, Red). Namun saya menolak meninggalkan Mas Wori,” ucapnya.

Setelah berjuang sekian lama mempertahankan rumah tangganya, Karin pun menyerah dan memilih menuruti kemauan orang tuanya. Donwori hanya bisa pasrah dengan keputusan tersebut hingga akhirnya mereka resmi bercerai di Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya. “Semoga itu menjadi yang terbaik buat hubungan ini, Mas Wori janji akan tetap menafkahi saya dan anak-anak,” tandasnya.  (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP