alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Sudah Punya Dua Istri, Masih Ngeyel Pingin Tambah Satu Lagi

26 Agustus 2020, 03: 30: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Salah satu sifat manusia adalah tidak pernah merasa puas. Ya seperti Donwori ini. Sudah punya dua istri, eh masih mau nambah lagi.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Karin, 38, sebagai istri pertama, tidak ingin Donwori, 40, menikah lagi. Kebutuhan ekonomi menjadi alasan utamanya. Dengan membiayai dua istri, tentu rupiah yang harus dikeluarkan Donwori tak sedikit. Nah, kalua nambah satu lagi, sudah pasti jatah Karin akan semakin berkurang. Kalau biasanya dibuat berdua, akan dibagi rata menjadi bertiga. Oh no, pikir Karin. 

Selain jatah bisa semakin berkurang, Karin juga punya pertimbangan lain. Bukan soal hati, karena Karin sudah punya pengalaman dimadu. “Tapi, lebih ke soal keadilan,” tegas Karin.

Karin takut Donwori tidak bisa berlaku adil kalau menambah istri lagi. Karena Karin melihat, suaminya yang masih sangat perkasa di usia kepala empat itu punya potensi untuk tidak berlaku adil.

“Mas Wori itu gampang rayuane. Lha, nanti kalau kena rayuan maut istri mudanya, bisa-bisa saya gak dapat jatah apa-apa. Semua bisa jadi buat istri muda,” tegasnya lagi.

Sejauh ini Donwori hanya bisa memberikan jatah bulanan kepada Karin dan istri keduanya saja. Itu pun sudah terasa berat bagi Donwori, ini malah ingin meminang wanita lainnya. “Alasannya karena ingin menafkahi janda anak satu, dia dikenalkan temannya sekerja. Tapi dia biayai saya dan istri keduanya saja sudah kelabakan, eh ini mau tambah lagi,” ujar Karin.

Karena Donwori tetap kukuh dengan keinginannya nambah istri, akhirnya Karin pun mengeluarkan jurus mautnya. Ia mengancam kalau Donwori nambah istri, maka ia yang akan mundur alias minta cerai.

Tapi, dasar Donwori. Diancam seperti itu gak mempan blas. Ia tetap ingin nambah istri. “Rupanya si janda itu benar-benar bikin Mas Wori lupa semuanya,” kesal Karin.

Karena ego mereka yang tak pernah bisa sepaham dan kurangnya pengertian, Karin pun menceraikan Donwori. Karena hanya hal itu, kesabaran Karin pun semakin habis. “Sudah biarkan saja dia menikah lagi, kalau itu sudah maunya. Sebelum menikah dengan istri kedua juga seperti itu, tapi ini diulangi lagi,” kata Karin.

Karena keinginan Donwori tersebut, Karin mengurus gugatan perceraiannya sendiri ke Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya untuk mengakhiri hubungan rumah tangganya. Dia tidak ingin membuat suaminya terbebani dengan kebutuhan ekonomi di kemudian hari. Karin juga tak mau makin sakit hati.

“Saya sebenarnya kasihan, tapi bagaimana lagi kalau sudah jalan pilihannya seperti itu. Saya sudah ingatkan sebagai istri, tapi selalu ngeyel,” pungkasnya. (*/opi)

 

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP