alexametrics
Senin, 26 Oct 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Ini Pola Makan Sehat untuk Anak Agar Tak Terpapar Virus

23 Agustus 2020, 07: 52: 16 WIB | editor : Wijayanto

Makanan sehat penting untuk anak menghadapi ancaman penyakit dan virus dari luar tubuh.

Makanan sehat penting untuk anak menghadapi ancaman penyakit dan virus dari luar tubuh. (NET/WORDPRESS.COM)

Share this      

SURABAYA-Virus corona (Covid-19) tidak hanya memapari orang dewasa saja, anak-anak justru lebih rentan terpapar karena imunitas tubuhnya yang belum stabil. Agar tak mudah terpapar virus, sebaiknya orang tua wajib memperhatikan pola makan anak.

Menurut Ahli Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Dr Ir Annis Catur Adi, pada usia anak atau balita sistem imunnya sedang dibangun, sehingga belum begitu sempurna.

“Anak pada usia ini berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitas yang meningkat. Selain itu, anak sudah mempunyai makanan kesukaan atau pilihan sendiri. Oleh karena itu, ibu atau pengasuhnya perlu mempersiapkan makanan yang bergizi seimbang dengan baik dan bijak,” kata Annis.

Makanan bergizi seimbang bagi anak sebaiknya diberikan tiga kali sehari. Selain itu, juga harus diberikan makanan selingan sehat. Berikut tips pola makan sehat terhadap anak agar tidak terpapar Covid-19.

Yang pertama, lanjut Annis, sarapan yang bergizi setiap hari. Bagi anak yang kemungkinan melewatkan sarapan karena waktu yang terbatas, bekali anak makanan yang mudah dibawa dari rumah untuk dimakan saat perjalanan seperti pisang dan roti isi.

Selain itu, berikan juga bekal makan siang yang bergizi dan sehat untuk anak, sebagai orang tua juga harus sering-sering mengingatkan anak agar mencuci tangan sebelum makan. “Makan malam bersama keluarga yang bergizi seimbang.

Berikan makanan selingan yang bergizi dan sehat, seperti buah, yogurt, wortel, dan bentuk variasi lainnya yang mengandung sayur dan buah,” tutur Annis.

Sebagai informasi, untuk menerapkan gizi seimbang perlu diperhatikan juga aktivitasnya, seperti olahraga dan jenis bermain anak. Bagi orang tua perlu juga mengatur atau membatasi waktu bermain anak, juga membatasi anak menggunakan gawai atau menonton televisi.

“Perbanyak permainan yang menggunakan aktivitas fisik. Ajari anak untuk menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum makan dan menggosok gizi dua kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur,” ujarnya.

Sementara pada anak yang memiliki komorbid asma yang merupakan penyakit yang mempunyai predisposisi genetik, bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sebagaimana penyakit lain, asma biasanya dipengaruhi oleh adanya sensitisasi primer oleh alergen dan pajanan.

Penyakit asma diketahui sering bersamaan dengan penyakit alergi saluran napas lainnya. Hal ini bisa dipicu oleh faktor lingkungan, hal tersebut memegang peranan penting dalam memulai sensitisasi seseorang yang mempunyai bakat alergi.

“Faktor lingkungan itu biasanya berawal dari diet ibu dan bayi, alergen hirup, polutan dalam rumah, dan infeksi. Kejadian alergi makanan sangat tinggi pada awal kehidupan dan mulai menurun setelah usia tiga tahun,” ucapnya.

Alergi makanan, lanjutnya, akan berkembang menjadi alergi saluran nafas dan asma. Modifikasi diet bersifat alergenik selama beberapa tahun pertama kehidupan dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya alergi terhadap makanan. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP