alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tiga Tahun Diburu, Buron Pembobol Rumah Akhirnya Dicokok

13 Agustus 2020, 16: 34: 42 WIB | editor : Wijayanto

DICOKOK: Kompol Kristiyan Beorbel Martino menunjukkan tersangka Dian Yusak dan Sugeng Prayitno serta barang bukti kasus pembobolan.

DICOKOK: Kompol Kristiyan Beorbel Martino menunjukkan tersangka Dian Yusak dan Sugeng Prayitno serta barang bukti kasus pembobolan. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Sempat buron selama tiga tahun, dua pelaku pembobolan rumah milik Yusminah, warga Jalan Panduk IV, Surabaya, tak berkutik saat dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Tenggilis Mejoyo. Tersangka Dian Yusak Santoso, 28, warga Jalan Panduk IV, dan Sugeng Prayitno, 56, warga Jalan Panduk III, Surabaya.

Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martino mengatakan, tersangka Dian ditangkap lebih dahulu. Awalnya, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Oktober 2017, ditemukan jaket dan linggis pelaku yang tertinggal. Setelah diselidiki selama tiga tahun akhirnya terkuak bila pelaku pembobolan tersangka Dian.

Itu setelah polisi menerima informasi dari salah satu masyarakat. "Tersangka Dian ditangkap dahulu saat pulang kampung di Blitar. Mereka sempat buron tiga tahun," ungkap Kompol Kristiyan didampingi Kanit Reskrim Ipda Wahyu Zad Ngabekti.

Kristiyan menjelaskan, dari keterangan Dian, didapati nama tersangka Sugeng. Tak lama kemudian, Sugeng yang masih tetanggaan dengan korban dicokok di rumahnya. "Dian sempat ngekos di Wonocolo. Dia juga sempat buka usaha di Jogja tahun 2019," paparnya.

 Dari hasil pemeriksaan terungkap, kedua tersangka membobol rumah malam hari saat ditinggal korban pulang ke Malang.

"Otak pencuriannya Sugeng. Dia sakit hati dengan korban karena masalah kredit HP. Karena telat bayar, korban mengambil kulkas tersangka," paparnya.

Dari situlah, tersangka Sugeng mengajak Dian membobol rumah korban. Kebetulan saat itu korban baru mendapat arisan. "Dian masuk rumah korban melalui atap, kemudian merusak ventilasi menggunakan linggis lalu masuk kamar," bebernya.

Di dalam kamar, tersangka Dian mengambil uang korban Rp 18 juta yang ada di dalam tas dan sebuah laptop. Sugeng bertugas mengawasi dari luar saat Dian beraksi.

Tersangka Dian Yusak Santoso mengaku setelah mencuri, laptop dijual secara online laku Rp 1 juta. "Pak Sugeng saya kasih Rp 5 juta. Sisanya tak buat usaha di Jogja dan senang-senang," katanya. Pria yang sehari-hari bekerja serabutan ini mengaku nekat membobol rumah korban karena diajak Sugeng.

Polisi menyita barang bukti satu buah ponsel, linggis, dan celana boxer. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (rus/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP