alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Sulitnya Sosialisasi Rapid dan Swab Test, Banyak Warga Takut Dites

13 Agustus 2020, 16: 20: 32 WIB | editor : Wijayanto

DETEKSI CORONA: Petugas medis mengambil sampel lendir seorang warga saat swab test di kawasan Gayungan, Surabaya, Rabu (12/8).

DETEKSI CORONA: Petugas medis mengambil sampel lendir seorang warga saat swab test di kawasan Gayungan, Surabaya, Rabu (12/8). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Rapid test dan swab test sudah dilakukan secara masal di berbagai wilayah di Kota Pahlawan selama empat bulan terakhir. Namun, masih banyak warga Surabaya yang enggan mengikuti tes untuk mendeteksi Covid-19. Seperti saat tes masal yang digelar di Kecamatan Gayungan, Rabu (12/8).

Sedikitnya ada 300 orang yang mengikuti tes untuk mendeteksi keberadaan virus corona di dalam tubuh. Sayang, menurut Camat Gayungan Soedibyo, banyak warganya yang tidak mau dites karena takut hasilnya positif.

Karena itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi pentingnya tes rapid dan swab. Jika hasilnya diketahui lebih awal, maka bisa dilakukan isolasi dan treatment lainnya. Dengan begitu, penyakit yang belum ada obatnya itu bisa diatasi lebih efektif.

"Kadang petugas puskemas datang dengan rayuan agar warga mau untuk melakukan rapid dan swab. Sekarang saja yang datang sedikit di kecamatan," katanya.

Soedibyo menjelaskan, tes rapid dan swab kemarin dilakukan dengan sasaran masyarakat, pedagang di sentra wisata kuliner (SWK), dan pedagang pasar. Ada yang di-tracing kemudian dirapid, ada yang baru rapid test. “Kalau hasil tracing langsung swab. Apabila postif swab, dibawa ke Asrama Haji atau Hotel 88. Sedangkan yang negatif langsung pulang ke rumah masing-masing," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan, pihaknya sudah mengoperasikan laboratorium kesehatan daerah (labkesda). Labkesda mampu melakukan pemeriksaan sekitar 800 sampel dalam satu hari.

Pemeriksaan sampel di Labkesda ditargetkan sebanyak 2.000 hingga 3.000 sampel per hari. "Sekarang saja mampu memeriksa 800 sampel sampai pukul 10 malam," katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP