alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Suis Qaim Anggap Biasa Tindakannya Memukuli dan Misuhi Wadir UINSA

12 Agustus 2020, 22: 20: 53 WIB | editor : Wijayanto

Suis Qaim Abdullah

Suis Qaim Abdullah (TWITTER)

Share this      

SURABAYA-Oknum dosen Ketua Program Studi (Kaprodi) Dirosah Islamiyah Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Suis Qaim, menganggap enteng tindakan kasarnya memukuli Wakil Direktur (Wadir) Pascasarjana UINSA, DR Ahmad Nur Fuad, dengan tangan kosong sampai korban lebam.

Ia mengaku pemukulan ke koleganya itu tak sekeras yang dibayangkan. Ia pun mengibaratkan pukulan itu biasa saja ibarat cangkir ketemu dengan sendok. 

Bahkan ucapan verbalnya yang kasar dan merendahkan korban pun dianggapnya biasa.

"Itu hanya miss komunikasi saja, 90 persen laporan itu salah, 10 persennya saja benar. Ya biasa itu kadang-kadang guyon sampai emosi dikit terus misuh itu mosok tukaran, kan gak sampai mengkhianati teman," katanya kepada Radar Surabaya, Rabu (12/8).

Saat didesak lebih jauh tetang maksud pernyataannya itu, Suis tidak menjelaskan secara jelas. Termasuk maksud dari pernyataannya hanya 10 persen laporan tersebut benar.

"Gak bisa diomongkan di sini, wong ini rahasia fakultas masak dibeberkan,” imbuhnya.

Suis juga menyangkal apabila dia melakukan pemukulan kepada Wadirnya tersebut. Pasalnya Fuad merupakan atasanya di Program Pascasarjana UINSA.

"Kalau saya mukul gak mungkin, wong kan dia (Fuad) cacak (kakak) saya, kita sama-sama lulusan Fakultas Adab," tegasnya.

Suis mengaku hubungannya saat ini baik-baik saja dengan Ahmad Nur Fuad. Bahkan dirinya meyakinkan apabila besok dirinya akan bertemu dengan Ahmad Nur Fuad untuk menjalani rapat program pascasarjana membahas kuliah daring.

Atas perbuatan yang dilakukan Suis, Ahmad Nur Fuad telah melaporkannya ke Polrestabes Surabaya atas tindakan penganiayaan yang terjadi Senin (11/8) lalu.

Menanggapi pelaporan tersebut, Suis Qaim mengaku akan menghadapi perkara tersebut.

"Kalau dilaporkan ke polisi itu untuk mengingatkan saya sebagai adik, saya kan kaprodi orang patuh, saya doktor, saya haji, gak mungkin melanggar dan jahat," ungkapnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP