alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Kasus Pemukulan Wadir Pascasarjana UINSA

Polisi Bergerak Cepat Periksa Saksi Korban dan Pelaku

12 Agustus 2020, 18: 29: 49 WIB | editor : Wijayanto

PROSES HUKUM: Korban DR. Ahmad Nur Fuad (dua dari kiri) saat diperiksa di Unit SPKT Polrestabes Surabaya, Selasa malam (11/8).

PROSES HUKUM: Korban DR. Ahmad Nur Fuad (dua dari kiri) saat diperiksa di Unit SPKT Polrestabes Surabaya, Selasa malam (11/8). (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya bergerak cepat menangani pelaporan kasus penganiayaan yang menimpa Wakil Direktur Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, DR. Achmad Nur Fuad. Seperti diketahui, korban dipukuli oleh pelaku yang juga koleganya di kampus UINSA, DR Suis Qaim, M.Fil.I, yang mengakibatkan korban mengalami memar dan harus dirawat di rumah sakit.

Usai melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya dan melakukan visum, Selasa malam (11/8), penyidik langsung memanggil saksi korban dan pelaku untuk diperiksa. Kasus ini ditangani oleh Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra membenarkan hal tersebut. Agung Kurnia menyatakan bahwa berkas pelaporan dugaan penganiayaan dengan terlapor Suis Qaim ditangani oleh unitnya. Pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan baik saksi korban maupun pelaku.

"Saat ini masih dalam proses, kami yang tangani kasus tersebut. Kami masih melengkapi berkas dan menunggu hasil visum yang sudah dilakukan oleh korban," ujarnya saat dihubungi Radar Surabaya, Rabu (12/8).

Sementara itu, tim penasihat hukum (PH) korban yang dipimpin Ahmad Riyadh mengatakan bahwa kliennya akan diperiksa penyidik untuk dimintai keterangan pada Kamis (13/8), besok pagi. "Besok rencananya akan diminta keterangan terkait kejadian tersebut," ungkapnya.

Ahmad Riyadh mengatakan bahwa kasus ini akan terus berlanjut sampai ke pengadilan sesuai dengan hasil rapat senat UINSA yang mempersilakan korban menyelesaikan kasusnya di jalur hukum. "Kami tetap melanjutkan kasus ini. Ini sesuai kesepakatan rektorat. Usai pemeriksaan akan kami jelaskan nanti," kata Riyadh yang juga ketua Asprov PSSI Jatim.

Seperti diberitakan, dugaan penganiayaan yang dialami oleh Wakil Direktur Pascasarjana UINSA Surabaya Achmad Nur Fuad, terjadi pada Senin (10/8). Pelaku yang tersinggung karena merasa tidak diajak bicara soal program upgrading mahasiswa pascasarjana program Beasiswa Kemenpora di masa covid-19 langsung mendatangi korban di ruangannya di tower B gedung Pascasarjana UINSA.

Tanpa banyak omong, pelaku yang juga Ketua Prodi Dirosah Islam Magister UINSA memukul bagian kepala korban lebih dari lima kali. Tak hanya itu, pelaku juga menghina korban secara verbal dengan kata-kata kasar. Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Korban melaporkan oknum dosen berinisial S karena diduga melakukan pemukulan dan penghinaan. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP