alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tabebuya Bermekaran Percantik Pemandangan, Jadi Background Ber-selfie

12 Agustus 2020, 10: 28: 06 WIB | editor : Wijayanto

SAKURA OF SURABAYA: Pengendara kendaraan bermotor melintas tak jauh dari pohon bunga tabebuya yang sedang mekar di Jalan Ahmad Yani Surabaya.

SAKURA OF SURABAYA: Pengendara kendaraan bermotor melintas tak jauh dari pohon bunga tabebuya yang sedang mekar di Jalan Ahmad Yani Surabaya. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Panorama Surabaya terlihat begitu cantik. Suasana kota semakin indah, seiring mulai bermekarannya Bunga Tabebuya yang berada di sepanjang ruas jalan protokol. Ada tiga warna Bunga Tabebuya yang ditanam di pinggir jalan, yakni putih, kuning dan merah muda.Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Hendri Setianto mengatakan, biasanya Bunga Tabebuya bermekaran sejak Oktober. Namun saat ini mulai bermekaran di Bulan Agustus. "Tahun ini agak maju karena cuaca yang kurang bersahabat. Kemarin Oktober sudah mekar semua,” katanya.Hendri mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menanam pohon Tabebuya di pinggir-pinggir jalan sejak 10 tahun lalu. Tiap tahun jumlahnya diperbanyak, dan hingga kini sedikitnya 7.000 tanaman Tabebuya berdiri di sepanjang ruas jalan protokol.Dia menuturkan, alasan Pemkot Surabaya memilih tanaman Tabebuya di tanam di pinggir jalan, karena dari segi kualitas bunganya menarik, dan pohonnya cepat tumbuh besar. Di sisi lain, tanaman tersebut tetap tumbuh dengan baik terhadap iklim apapun. "Untuk perawatan, tidak ada kesulitan. Empat bulan sekali kita kasih pupuk,” imbuhnya.Untuk kegiatan perawatan, Hendri mengaku, hanya menyiram dan memberikan pupuk secara reguler. Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik yang dihasilkan dari proses pengomposan sampah. "Dari  kegiatan perantingan pohon, kita manfaatkan untuk kompos. Untuk tanaman-tanaman yang ada di taman, kita sudah kurangi penggunaan pupuk kimia, beralih ke organik,” terangnya.Ia menyebut, pada 2020, Pemkot Surabaya menambah sekitar 500 pohon Tabebuya. Tanaman Tabebuya yang ditanam, berdiameter 8-10 centimeter dengan ketinggian tiga meter. Pohon yang ditanam rata-rata sudah berusia empat tahun ke atas.Ratusan tanaman Tabebuya yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, penanamannya akan difokuskan di wilayah Surabaya Barat. Di antaranya Mayjend Sungkono, HR Muhammad dan Wiyung. "Rata-rata tanaman yang kita tanam Tabebuya yang berwarna pink, karena bunganya menarik dari warna lainnya,” katanya.Keindahan pohon Tabebuya menarik perhatian masyarakat. Beberapa orang tak melewatkan begitu saja panorama tersebut dengan mengabadikan mekarnya Bunga Tabebuya. Di jembatan penyeberangan orang Wonokromo, nampak dua orang tengah berswafoto dengan latar belakang pohon Tabebuya. Selain itu, di sepanjang Jalan Middle East Ring Road (MERR) II C Gunung Anyar nantinya akan terlihat cantik saat bunga tabebuya bermekaran. Kini DKRTH Kota Surabaya sudah mulai menanami bunga yang menjadi ikon Surabaya tersebut sebanyak 100 bibit. Yang beda dari tahun sebelumnya, tahun ini baru pertama kalinya DKRTH melakukan pembibitan sendiri. Sehingga hasil pembibitan baru diletakan pertama kalinya di MERR IIC Gunung Anyar. Pembibitan sendiri mempunyai keuntungan yakni tumbuhnya lebih sempurna dibandingkan dengan membeli tanaman tabebuya langsung. Selama ini pohon-pohon di Surabaya banyak bukan dari pembibitan sendiri, melainkan beli sehingga akar pun tidak sempurna dan saat ada angin kencang mudah roboh. "Kita sekarang menggunakan swakelola dan melalukan pembibitan sendiri jadi tidak memakan anggaran yang terlalu banyak, dulu untuk beli tanaman tabebuya anggarannya Rp 200 juta per tahun, kali ini bisa disiasati di tengah pendemi Covid-19," pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP