alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Abaikan Suami Posesif, Cari Yang Lebih Pengertian

12 Agustus 2020, 03: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Ada yang bilang, kalau ingin sebuah pernikahan langgeng maka pakailah jurus bermain layang-layang. Kadang diulur, kadang ditarik. Apakah jurus itu terbukti cespleng?

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Perjalanan rumah tangga Karin, 29, dengan Donwori, 30, harus berakhir di meja hijau Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya. Berakhirnya hubungan di antara keduanya dilatarbelakangi perselingkuhan Karin. 

Karin mengaku nekat selingkuh karena sering dikekang Donwori. Hidup diatur, tak boleh ini itu, tapi tak dicukupi kebutuhannya. Bahkan, ia juga dicap sebagai wanita penghibur oleh mertuanya alias kedua orang tua Donwori.

Ya karena dituduh, Karin malah tertantang untuk mewujudkannya. Sampai akhirnya ia benar-benar selingkuh. Pria itu namanya Donjuan. Usianya sepantaran dengan Donwori, sama-sama 30. Hanya saja Donjuan ini diakui Karin lebih bisa memahaminya ketimbang suaminya sendiri.  “Dia (Donjuan, Red) teman kuliah saya. Dia sangat memahami saya yang bekerja di dunia malam,” katanya.

Awal mula ceritanya, Karin bekerja pulang malam mencari uang halal. Semua untuk membantu Donwori mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga yang terseok-seok. Tapi, justru berawal dari itu lah akhirnya Karin dituduh selingkuh. 

Posesif yang terlalu tinggi, membuat Karin benar-benar nekat selingkuh hingga itu diketahui Donwori saat menjemput istrinya itu di tempat kerja. “Saya dituduh selingkuh terus-terusan, padahal saya tidak seperti itu. Karena keseringan dan stres sendiri, ya udah saya melakukan itu,” kata Karin ditemui di PA Klas IA Surabaya, kemarin (10/8). 

Karin juga tidak ingin dicap sebagai wanita nakal. Namun apa boleh buat, niat hati ingin memberi pelajaran suaminya, kok malah ia diceraikan.

Karin mengaku tidak hanya sekali dua kali dicurigai selingkuh. Namun hampir setiap pulang kerja, Donwori selalu ngomel soal laki-laki lain. Maklum Karin kerja di sebuah klub malam sehingga membuat dirinya dinilai buruk oleh keluarga Donwori. “Wis ta lah, nek ancen gak percoyo, yo wis ngunu iku. Iso curiga sak karepe dewe,” ujarnya. 

Karin merasa jengah dengan tuduhan yang tidak-tidak dari pihak keluarga Donwori. Hingga ia nekat melakukan hal buruk meskipun hubungannya harus berakhir. “Saya stres lama-lama kalau dituduh-tuduh seperti itu, mending saya diceraikan. Dari pada saya sengsara. Toh masih ada laki-laki lain yang mau dengan saya,” ucapnya. 

Karena sama-sama ketusnya, Karin dan Donwori, kini berpisah. Sedangkan anaknya, ikut bersama Karin karena khawatir mantan suaminya itu tidak becus merawat. “Dia juga jarang ngreken anaknya, lebih baik saya rawat sendiri,” tegas Karin. (*/opi) 

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP