alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Merasa Tak Diajak Rembukan Beasiswa Kemenpora

Oknum Dosen UINSA Pukuli Wakil Direktur Pascasarjana

11 Agustus 2020, 18: 20: 36 WIB | editor : Wijayanto

TERCORENG: Nama baik kampus UINSA yang ternoda oleh aksi premanisme oknum dosennya.

TERCORENG: Nama baik kampus UINSA yang ternoda oleh aksi premanisme oknum dosennya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Aksi premanisme terjadi di kampus Universitas IAIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Seorang oknum dosen Pascasarjana di kampus tersebut, DR. Suis Qaim Abdullah, M.Fil.I, melakukan aksi penganiayaan dengan memukul kepala Wakil Direktur Pascasarjana UINSA, DR. Ahmad Nur Fuad, sehingga korban mengalami memar dan sakit di bagian kiri kepala.

Saat ditemui Radar Surabaya di kampus UINSA, Selasa (11/8), Ahmad Nur Ahmad Nur Fuad menjelaskan kronologi yang menimpanya, Senin (10/8). Ketika itu, Fuad sedang berada di ruangannya menghadap ke komputer. Namun tiba-tiba, datang pelaku dengan wajah geram.

Sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) Dirosah Islamiyah S-2 UINSA, Suis mengaku merasa diinjak harga dirinya karena sebagai kaprodi merasa tidak diajak bicara soal program atau kegatan upgrading di masa covid-19. Sebelumnya ada dua mahasiswa pascasarjana penerima beasiswa berkonsultasi dengan korban selaku wadir program pascasarjana. Program upgrading itu sendiri baru sebatas usulan, belum jadi keputusan.

Namun entah kenapa, pelaku emosi karena merasa sudah ada keputusan yang dibuat tanpa melibatkan dirinya. "Tiba-tiba pak Suis datang ke ruangan saya lantas ngomong bahwa tidak ada harmoni lagi di Pascasarjana. Ia langsung memukul kepala saya bagian kiri beberapa kali," terang Ahmad Nur Fuad.

Tak hanya sekali, Ahmad Nur Fuad mengaku dirinya dipukuli dosen yang dikenal temperamental itu beberapa kali. "Yang saya ingat lima kali lebih saya mendapat pukulan. Saya tidak tidak membalas hanya melindungi kepala saya," terangnya.

Fuad mengaku sama sekali tak mengira bahwa rekan sesama dosennya tersebut sampai melakukan tindakan anarkis tak terkontrol terhadap dirinya. Bahkan kabarnya, sebelum menghajar Fuad, pelaku juga mencoba memukul staf perempuan di Bagian Pascasarjana UINSA sebelum korban sempat menghindar dan beteriak-teriak minta tolong.

"Setelah itu saya berikan penjelasan, namun beliau masih tidak menerima penjelasan saya. Bahkan ada omongan kasar dari beliau kalau menurut saya. Katanya, saya telah merendahkan dengan melangkahi kebijakan tersebut," katanya.

Atas kejadian tersebut, Fuad kemudian melaporkan kasus ini ke Direktur Pascasarjana. Dirinya juga mendapatkan dukungan dari teman-teman dosen lainnya untuk melaporkan pelaku ke kepolisian.

"Pak Direktur langsung melapor ke pak Rektor, dan sudah dilakukan rapat senat tadi (11/8) dengan memanggil saya dan memanggil pak Suis untuk mendengarkan kronologi kejadian," imbuhnya.

Fuad mengungkapkan bahwa Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy sudah memberikan lampu hijau untuk memproses tindakan Suis secara hukum. Namun keputusan rektor tersebut belum secara incraht (pasti) keputusan lembaga, baru sebatas mendengarkan informasi.

"Keputusan rektor belum ada ketetapan, belum menghasilkan apa-apa baru mendengar informasi dan mengizinkan saya untuk melanjutkan kasus kekeraasan fisik ini sesuai dengan prosedur hukum ke kepolisian," ungkap Fuad.

Menurut Fuad mengutip keterangan rektor yang sudah mengkroscek ke pelaku, Suis sudah mengakui perbuatannya. "Kata pak Rektor, beliau (Suis) mengaku khilaf," kata Fuad.

Namun demikian, atas kejadian tersebut, Fuad mengaku merasa terusik kenyamanannya. Saat ini pihaknya telah berkonsultasi ke pengacara untuk proses hukum lebih lanjut.

Dirinya mengaku telah melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya. "Sore ini saya lapor ke Polres, tadi juga sudah lapor ke Polda Jatim, karena kalau tidak ada tindakan tegas dari pimpinan UINSA maka ada perasaan tidak aman dan tidak ada keselamatan bagi pengelola Pascasarjana. Saya juga sampaikan ke pak Direktur kalau gak ada ketegasan saya akan meletakkan jabatan saya," tegasnya.(rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP