alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tes SKB CPNS Surabaya Digelar September dengan Protokol Kesehatan

11 Agustus 2020, 17: 21: 11 WIB | editor : Wijayanto

Tes CPNS di Pemkot Surabaya beberapa waktu lalu.

Tes CPNS di Pemkot Surabaya beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Surabaya yang akan dilaksanakan pada awal September mendatang dengan mengunakan protokol kesehatan secara ketat. Bahkan ketika masuk ruang transit pun harus menggunakan face shield dan sarung tangan. Sementara ketika akan masuk ruang tes harus pakai hand sanitizer dulu, baru boleh masuk.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penilaian Kinerja BKD kota Surabaya Henry Rachmanto mengatakan, sesuai surat MenPAN, seluruh daerah disuruh menyiapkan proses kelanjutan tahapan tes CPNS 2019. Dari perintah MenPAN itu, ahkirnya BKN mengeluarkan surat yang terkait jadwal pelaksanaannya. Untuk jumlah peserta SKB sekitar 1.201 orang.

Surabaya dibatasi tiga sesi karena harus menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. "Nanti pelaksanaan SKB-nya sekitar tanggal 1 sampai 12 September. Cuman untuk pengaturan jadwal per instansi, itu yang belum ditentukan. Surabaya dapat jatah berapa bulan berapa itu yang belum tahu. Nanti akan ada rapat koordinasi lanjutan untuk menentukan kepastian jadwal per instansi," kata Henry.

Tes SKB akan dilakukan di Gelanggang Remaja. Kapasitas gedung tersebut sekitar 150 orang. Tes akan dibagi tiga segi dalam waktu tiga hari. Bagi peserta yang mempunyai suhu badan 37,3 derajat Celcius ke atas, tetap mereka boleh melaksanakan dan panitia tidak boleh menggugurkan. Tapi mereka difasilitasi dengan ruang khusus.

"Bagi mereka yang positif, yang reaktif suhu badannya diatas 37 derajat akan diberikan ruang khusus atau hari khusus diberikan diluar jadwal hari pelaksanaan. Jadi kalau Surabaya tiga hari, itu ada hari cadangan, setelah hari pelaksanaan. Tapi ketika hari cadangan dia (peserta, Red) belum juga hadir, maka dianggap gugur," ungkapnya.

Henry menjelaskan peserta yang berhak mengikuti tes SKB yakni secara administrasi dianggap lolos seleksi kompetensi dasar (SKD). "Untuk perbandingan nilainya 40:60. 40 persen SKD dan 60 persen SKB. Jadi lebih berbobot ke SKB, karena lebih menjurus ke bidang," terangnya.

Saat pelaksanaan tes SKB pihaknya akan bekerja sama dengan pihak Dinas Kesehatan. “Bahkan kita juga koordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk meminta persetujuan terkait persiapan. Mungkin dari segi ruangannya, sirkulasi udaranya juga sarana prasarana yang harus disediakan. Kita harus koordinasi dengan Satgas Covid-19 atau Gugus Tugas," pungkasnya. (rmt/opi)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP