alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Jalani Tes Swab Masal, Ratusan Pedagang PIOS Negatif

11 Agustus 2020, 15: 54: 50 WIB | editor : Wijayanto

MASAL: Para pedagang di PIOS saat jalani swab test.

MASAL: Para pedagang di PIOS saat jalani swab test. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Tes cepat atau rapid test gencar dilakukan di pasar-pasar tradisional di Surabaya. Bulan lalu ratusan pedagang dan pembeli di Pasar Induk Osowilangun (PIOS) dites rapid. Hasilnya empat pedagang reaktif. Karena itu, dilakukan swab test masal di PIOS, Senin (10/8).

Hasil swab test itu, para pedagang yang sebelumnya reaktif kini menjadi negatif. "Sembilan pengunjung yang reaktif juga hasilnya negatif," kata Kepala Pembina PIOS Saridjo.

Tes yang dilakukan tim gabungan Satgas Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tersebut dilakukan secara masif kepada 180 pedagang dan 228 pengunjung PIOS. Jadi, total ada 408 orang yang dirapid test. 

Saridjo mengungkapkan, tes sembilan pengunjung itu ada satu orang yang hasilnya belum keluar. "Menurut petugas, karena ada masalah teknis pada mesin swab. Jadi, hanya delapan saja yang sudah keluar hasilnya," ungkapnya.

Menurut dia, PIOS telah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Mulai dari penyediaan wastafel, sabun untuk cuci tangan, pengecekan suhu tubuh bagi pedagang dan pengunjung sebelum memasuki pasar, penyediaan sarung tangan plastik gratis dan hand sanitizer gratis. Lalu penerapan physical distancing, pemberian minuman sehat hingga menyediakan nampan kecil untuk uang kembalian transaksi.

General Manager PIOS, Rahayu Trissila mengungkapkan kegembiraanya karena pedagang dan pengunjung hasil swabnya dinyatakan negatif Covid-19. "Alhamdulillah, hasil swab pedagang dan pengunjung PIOS dinyatakan negatif," ungkapnya.

Dia  berpesan kepada seluruh pegawai, pedagang, dan pengunjung PIOS agar tetap waspada dan tidak lengah agar pasar induk yang terletak di kawasan Benowo, itu menjadi pasar sehat. "Justru setelah ini standar protokol kesehatan harus lebih ditingkatkan lagi," katanya. (rmt/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP