alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Lagi, PN Surabaya Tutup Dua Pekan, PA Surabaya Juga Lockdown

10 Agustus 2020, 16: 52: 05 WIB | editor : Wijayanto

ANTISIPASI COVID-19: Pengadilan Negeri (PN) Surabaya di Jalan Arjuno tampak sepi.

ANTISIPASI COVID-19: Pengadilan Negeri (PN) Surabaya di Jalan Arjuno tampak sepi. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA–Pengadilan Negeri (PN) Surabaya kembali menutup pelayanan publik selama dua pekan. Penutupan tersebut dilakukan setelah seorang hakim dan enam staf PN Surabaya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Humas PN Surabaya Martin Ginting mengatakan, penutupan pelayanan tersebut dikecualikan bagi pelayanan upaya hukum dan persidangan perkara pidana yang akan habis masa tahanan. "Hasil swab, enam pegawai dinyatakan positif. Ketua PN memutuskan untuk menutup pelayanan hingga 22 Agustus,” kata Martin.

Pelayanan publik tersebut, lanjut Martin Ginting, akan kembali dibuka pada Senin (24/8). Ia pun meminta agar masyarakat pencari keadilan memaklumi kondisi darurat tersebut. "Demikian disampaikan agar para pihak yang berperkara atau keluarga para terdakwa serta para advokat dan JPU dapat mengetahui dan memakluminya," ujarnya.

Saat ini ketujuh orang tersebut telah menjalani perawatan. Lima di antaranya dirawat di RS Haji Surabaya dan satu orang isolasi mandiri. Sedangkan seorang hakim yang terpapar virus corona sedang menjalani perawatan di Jawa Barat.
 
Penutupan pelayanan ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya pada 15 Juni hingga 26 Juni lalu, PN Surabaya juga pernah menutup pelayanan selama dua minggu setelah seorang hakim dan juru sita meninggal dunia.

Selain PN Surabaya, Pengadilan Agama (PA) Surabaya juga menutup kantor yang berada di Jalan Ketintang Madya VI Nomor 3 Surabaya. Seluruh pelayanan di kantor PA Surabaya ditutup pada 5 Agustus. Yang buka hanya pelayanan pengurusan upaya hukum.

Panitera PA Surabaya Abdus Syakur Widodo menyatakan, penutupan layanan karena semua pegawai dites swab massal. Sebanyak 89 pegawai, termasuk 26 hakim, dites swab. Tes ini untuk memastikan mereka benar-benar bebas Covid-19.

Tes swab masal dilaksanakan setelah salah satu hakim di PA Surabaya dinyatakan reaktif terhadap Covid-19. Hakim tersebut sebenarnya sudah lama cuti dan diketahui reaktif setelah rapid test mandiri di kampung halamannya.

Syakur masih belum memastikan kapan PA kembali dibuka. Jika PA kembali dibuka, setiap pengunjung yang datang harus membawa bukti surat hasil rapid test yang menyatakan non reaktif. Sebab, pengadilan tidak bisa memastikan setiap pengunjung yang datang benar-benar sehat. Dalam sehari PA Surabaya rata-rata dikunjungi hingga 500 orang pencari keadilan yang didominasi kasus perceraian.

Meski demikian, PA Surabaya sebenarnya sudah menerapkan protokol kesehatan. Pengunjung wajib dicek suhu tubuhnya. Selain itu, pengunjung juga wajib memakai masker dan cuci tangan. Namun, semua itu belum menjamin kesehatan setiap pengunjung. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP