alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Dewan Minta Pengerjaan Jembatan Joyoboyo Dikebut 24 Jam

10 Agustus 2020, 15: 30: 25 WIB | editor : Wijayanto

DIPERCEPAT: Proyek pembangunan Jembatan Joyoboyo di kawasan Wonokromo, Surabaya.

DIPERCEPAT: Proyek pembangunan Jembatan Joyoboyo di kawasan Wonokromo, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Di tengah pandemi Covid-19, pengerjaan Jembatan Joyoboyo terus berjalan. Saat ini para pekerja sedang menggarap ram-raman bagian atas fondasi yang akan menjadi jalan penghubung sisi utara dan selatan.

Pembanguan Jembatan Joyoboyo sudah mencapai tahap pengecoran untuk kaki-kaki fondasi. Ada empat kaki fondasi. "Bulan Agustus ini mudah-mudahan bisa tersambung,” ujar Supervisor Rudi Etika KSO, Taufan Wibowo. “Untuk pengecoran, kami membutuhkan 900 kubik. Jadi, kami masih garap fondasi sisi selatan,” tambahnya.

Pengerjaan proyek multiyears ini dimulai sejak dilakukan groundbreaking pada 5 Maret lalu oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Jembatan itu rencananya akan rampung pada Desember 2020. Masih ada lima bulan lagi untuk merealisasikan jembatan yang nantinya jadi ikon baru Kota Surabaya tersebut.

"Nanti masih ada pengerjaan lagi seperti jalur pedestrian, pemasangan lampu, hingga taman di sekitar jembatan," terang Taufan Wibowo.

Jembatan Joyoboyo memiliki panjang 170 meter dengan lebar 17 meter dan tinggi pilonnya 20 meter. Sedangkan struktur jembatannya dari beton bertulang dan voided slab. "Untuk jembatan yang melintang sungai panjangnya 75 meter. Jadi, total panjang 170 meter mulai Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) sampai Jalan Pulo Wonokromo," jelasnya.

Jembatan dengan nilai kontrak Rp 39 miliar itu untuk membantu kelancaran akses, terutama akses keluar masuk kota. Sehingga Jembatan Joyoboyo akan menghubungkan Frontage Road (FR) Barat Jalan Ahmad Yani melalui Jalan Pulo Tegalsari ke Jalan Joyoboyo.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono mendesak proyek Jembatan Joyoboyo dituntaskan sesuai target. Hingga saat ini serapan anggaran yang dilaporkan sudah mencapai 53 persen. "Kami mendorong agar Jembatan Joyoboyo tuntas bulan Desember 2020," katanya.

Baktiono mengaku pihaknya sudah meninjau progres ke lapangan. Pasalnya, laporan realisasi yang disampaikan pelaksana proyek dinilai tidak sama dengan fakta fisik di lapangan. Komisi yang membidangi pembangunan itu tidak percaya begitu saja.  "Hasil pantauan di lokasi, ternyata laporan serapan anggaran dengan pengerjaan proyek tidak sesuai. Kalau kita lihat baru 30 persen pengerjaan," katanya.

Karena itu, Komisi C meminta Dinas PU Cipta Karya dan Pematusan untuk tidak memberikan adendum atau reskedul proyek. Ujung-ujungnya minta dimasukkan perubahan anggaran. Ini bisa berdampak serius pada kualitas proyek. “Kami rekomendasikan agar proyek tersebut dikebut. Kalau perlu dikerjakankan 24 jam. Sebab, pekerjaan proyek tersebut, saya rasa, tidak ada imbasnya terhadap lingkungan maupun dampak pada lalu lintas," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengatakan, Jembatan Joyoboyo akan dituntaskan sesuai kalender proyek. "Agustus ini sudah pengerjaan fisik atas jembatan. Kami tetap optimistis Desember tuntas," katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP