alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

KBI Dorong UMKM Lokal Bertumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

07 Agustus 2020, 00: 19: 55 WIB | editor : Wijayanto

Bantuan pemberdayaan UKM dari PT KBI

Bantuan pemberdayaan UKM dari PT KBI (ISTIMEWA)

Share this      

Surabaya – Akibat pandemi covid-19, sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak. Sehingga mereka terus mendapat support dari banyak pihak termasuk dari kalangan perusahaan BUMN.

Menurut Fajar Wibhiyadi, direktur utama PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), pihaknya berkomitmen untuk turut mendukung pengembangan UMKM, khususnya dalam upaya mitigasi pasca covid-19. 

Sebab, UMKM merupakan sektor yang sangat terpukul dengan adanya wabah covid-19 ini. Sebagai salah satu BUMN, KBI memiliki peran sebagai Agent of Development, khususnya bagi UMKM.

“Kami akan berkomitmen terus mendorong pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia. Apalagi, saat ini banyak UMKM yang terdampak covid-19. Mereka perlu pendampingan dan support dari banyak pihak,” ujar Fajar Wibhiyadi.

Dia mencontohkan, pihaknya saat ini memberikan program pemberdayaan kelompok wanita tani. Salah satunya ada di Bantul, Yogjakarta. Program ini untuk pengembangan UMKM pangan lokal.

Bahkan untuk menyukseskan programnya, KBI menggandeng Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara program CSR dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang ada di KBI.

“Kami bersama-sama tim dari UGM bermaksud memberdayakan UMKM Kelompok Tani agar mampu memproduksi pangan lokal, meliputi produksi jus kemasan, singkong beku, keripik sayuran, serta  keripik tempe,” tambah Fajar.

Dijelaskan, ke depan, KBI akan terus memberikan dukungan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM. Sebab sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN),  peran KBI tidak sekadar mencari keuntungan bisnis. “Namun lebih dari itu, kami juga dituntut untuk turut mengembangkan ekonomi masyarakat,” tandas Fajar Wibhiyadi.

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng, Ketua Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gajah Mada mengatakan, tujuan utama dari program pemberdayaan UMKM ini adalah mengembangkan usaha pengelolaan hasil tanaman buah dan makanan berbahan baku lokal.

Masyarakat diharapkan mandiri dan meningkatkan kemampuan kelompok wanita tani dalam mengelola UMKM pangan berbasis bahan baku lokal. Kelompok wanita tani mampu memberikan kontribusi pengembangan ekonomi di lingkungannya.

“Harapan ke depan dari pengembangan pemberdayaan UMKM ini mampu menjadi contoh bagi masyarakat di daerah lain untuk menerapkan kegiatan yang sama pasca pandemi covid–19,” kata Lilik Sutiarso. (fix/jay)

(sb/fik/jay/JPR)

 TOP