alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tipu 34 Mahasiswa, Makelar KKN di Kampus Unair Diadili

Bayar Rp 2,5 Juta Penempatan di Surabaya

06 Agustus 2020, 16: 35: 01 WIB | editor : Wijayanto

TEPERDAYA: Korban Asa Intan Primanta dan Bimo memberikan keterangan sebagai saksi di PN Surabaya

TEPERDAYA: Korban Asa Intan Primanta dan Bimo memberikan keterangan sebagai saksi di PN Surabaya (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Gara-gara jadi makelar kuliah kerja nyata (KKN) di Kampus C Universitas Airlangga (Unair), Aji Setiawan, 30, disidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Warga Wisma Lidah Kulon Blok XD-10, Kecamatan Lakarsantri, itu didakwa atas perkara penipuan.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Damang Anubowo membacakan surat dakwaannya. Menurut dia, pada Sepetember 2019, terdakwa Aji yang bertugas di kantor Lembaga Pengabdian dan Pengembangan Mahasiswa (LPPM) Kampus C Unair Surabaya menemui mahasiswi Unair, Asa Intan Primanta, supaya mencarikan tempat KKN di Surabaya. Namun, terdakwa meminta uang Rp 2,5 juta sebagai persyaratannya.

Apabila terdakwa tidak berhasil mencarikan tempat KKN di Surabaya, maka uang yang diminta itu dikembalikan ke korban. Terdakwa Aji mengaku telah meminta sejumlah uang kepada mahasiswi tersebut. Uang itu dia terima melalui transfer ATM. “Benar Pak Hakim, saya melakukan itu,” kata Aji melalui sidang daring.

Saksi Asa dan Bimo yang akan melaksanakan KKN mengaku telah ditipu oleh terdakwa. Dalam kesaksiannya, Asa telah mentransfer uang Rp 1,5 juta ke rekening terdakwa sebagai tanda jadi. Kemudian di bulan berikutnya, saksi korban mentransfer kembali uang Rp 1 juta ke rekening terdakwa.

Pada Desember, pihak kampus menempatkan Asa untuk melaksanakan KKN di wilayah Lamongan. "Saya merasa tertipu. Sudah transfer uang ternyata KKN saya di Lamongan. Katanya uang bakal dikembalikan, ternyata tidak. Sampai saat ini hilang tak juntrung,” ungkap Asa.

Karena merasa dirugikan, dirinya beserta tiga mahasiswa lainnya melaporkan terdakwa ke polisi. Saksi Bimo juga merasakan hal yang sama. Ia dijanjikan penempatan KKN di Surabaya, tapi malah ditempatkan di Jember. "Ada banyak korbannya, sekitar 34 mahasiswa," kata Bimo. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP