alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Surabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Semester I, Realisasi Investasidi Jatim Tembus Rp 51 Triliun

06 Agustus 2020, 15: 51: 27 WIB | editor : Wijayanto

JATIM BISA: Investasi pergudangan menjadi salah satu pendorong realisasi PMDN di Jatim, yang pada semester I/2020 ini menembus angka Rp 38,4 triliun.

JATIM BISA: Investasi pergudangan menjadi salah satu pendorong realisasi PMDN di Jatim, yang pada semester I/2020 ini menembus angka Rp 38,4 triliun. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Kinerja investasi Jawa Timur semester I/2020 mencatat angka pertumbuhan yang menggembirakan, yakni 59,2 persen year on year (yoy). Angka tersebut bahkan melebihi kinerja investasi nasional yang hanya mampu naik di kisaran 1,8 persen yoy.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pada periode Januari–Juni ini, total investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Jatim senilai Rp 51 triliun. Dari PMA sebesar Rp 12,5 triliun, dan PMDN sebesar Rp 38,4 triliun.

Secara nasional, capaian ini menduduki peringkat kedua setelah Jawa Barat yang mencatatkan angka realisasi Rp 57,9 triliun. Di urutan ketiga bertengger DKI Jakarta dengan angka Rp 50,2 triliun.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, bukan pekerjaan mudah mencapai angka tersebut karena adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada pelemahan perekonomian dunia. 

“Alhamdulillah ini menjadi berita baik bagi perekonomian Indonesia. Jatim masih menjadi salah satu primadona investasi bagi para investor dalam negeri maupun investor asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (5/8).

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, realisasi PMDN Jatim ini didukung dua sektor utama yakni sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi yang menyumbang angka Rp 18,72 triliun, dan sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran dengan kontribusi Rp 3,69 triliun.

Sedangkan realisasi PMA terutama didukung oleh sektor industri kimia dan farmasi dengan capaian Rp 4,26 triliun, dan sektor industri makanan yang memberikan sumbangan sebesar Rp 2,4 triliun. Negara dengan kontribusi investasi tertinggi adalah Singapura dengan realisasi sebesar Rp 4,03 triliun, disusul Jepang dengan kontribusi sebesar Rp 3 triliun.

“Jatim fokus pada upaya penciptaan iklim usaha yang kondusif dan kemudahan akses dalam perizinan usaha. Kami ingin investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Jatim sehingga membawa manfaat bagi perekonomian masyarakat.

Jatim akan terus menjajaki peluang-peluang investasi dari negara lain dengan terus melakukan promosi, sosialisasi perizinan dan non perizinan serta instrumen-instrumen lainnya yang membuat investor tertarik untuk berinvestasi,” katanya.

Sementara itu, Kabupaten Pasuruan menduduki peringkat pertama realisasi investasi PMDN dengan nilai realisasi sebesar Rp 2,6  triliun, disusul Kabupaten Mojokerto Rp 1,6 triliun, Kabupaten Jombang Rp 1,6 triliun,  Kabupaten Gresik Rp 1,5 triliun, dan Kabupaten Tuban Rp 1,3 triliun. 

Sedangkan pada kategori PMA, posisi tertinggi diraih oleh Kota Surabaya dengan capaian realisasi Rp 11,5 triliun, disusul Kabupaten Gresik Rp 11,2 triliun pada peringkat kedua, kemudian Kabupaten Sidoarjo Rp 4,2 triliun.

Kemudian, Kabupaten Pasuruan Rp 3,3 Triliun, dan Kabupaten Probolinggo Rp 3,3 triliun. “Kami optimistis pada semester ke II tahun 2020, Jatim bisa membukukan nilai investasi lebih besar lagi,” pungkasnya. (mus/opi)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP