alexametrics
Minggu, 20 Sep 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Penularan Virus Corona Terkendali, Permintaan Peti Jenazah Menurun

06 Agustus 2020, 14: 53: 51 WIB | editor : Wijayanto

SUDAH BERKURANG: Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan peti untuk jenazah pasien Covid-19 di kawasan Rangkah.

SUDAH BERKURANG: Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan peti untuk jenazah pasien Covid-19 di kawasan Rangkah. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Klaim dari Wali Kota Tri Rismaharini bahwa Kota Pahlawan menuju zona hijau pandemi covid-19 tampaknya ada benarnya. Hal itu paling tidak tampak dari permintaan atau order pembuatan peti jenazah yang kini turun drastic.

Perajin peti jenazah di Kawasan Jalan Rangkah, Kecamatan Kenjeran mengaku mengalami penurunan permintaan. Hal itu diungkapkan oleh perajin dari Komunitas Bonek Rangkah Nekat, Saiful Arifin, Rabu (5/8). 

Dia menjelaskan bahwa selama seminggu ini permintaan peti jenazah menurun drastis. Yang tadinya setiap hari membuat 10 peti jenazah ludes diborong, saat ini hanya laku dua dan paling banyak enam peti per hari. 

“Dulu sehari kirim 10 peti, masih awal-awal ada Corona (Covid-19, Red) ya masih banyak permintaan. Sekarang sudah menurun, kadang dua hari baru kirim,” kata Saiful, Rabu (5/8). 

Dirinya menjelaskan, menurunnya jumlah permintaan itu karena stok peti jenazah di rumah sakit (RS) se-Surabaya masih banyak. Tidak seperti pada Juni lalu, dirinya sempat menerima pesanan peti jenazah hingga 15 buah sehari. 

“Jadi saya ada makelarnya sendiri, ini (peti jenazah, Red) saya hanya membuatkan saja sama teman-teman. Meskipun menurun, kami tetap membuat peti,” ujarnya.  

Rata-rata peti jenazah buatannya digunakan untuk pemakaman jenazah pasien Covid-19 yang telah meninggal. Diketahui, selama dua minggu terakhir, angka reproduksi efektif (Rt) atau penularan Covid-19 di Surabaya sudah kurang dari satu.

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita sebelumnya menjelaskan, penularan virus corona sudah terkendali sehingga menjadikan Surabaya saat ini sudah berwarna hijau. Maksud dari Surabaya berwarna hijau itu bukan untuk menyebut sudah menjadi zona hijau, melainkan untuk menunjukkan indikator Rt tersebut.

“Saya tidak bicara zona, tetapi bicara Rt yang sudah hijau dengan penularan kasus yang sudah dapat dikendalikan, atau teorinya penyakit kemungkinan akan hilang dari populasi,” kata Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita. (gin/nur)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP