alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Sudah Tobat Dugem, Tetap Saja Pernikahan Bubar Jalan

01 Agustus 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Hidup di Surabaya, godaannya memang besar. Salah satunya godaan dunia malam yang ingar-bingar. Kalau tidak lolos godaan, ya bisa ambyar. Namun, sudah tobat pun ternyata tetap gak dianggap. Kali ini, taruhannya keluarga yang harus bubar jalan.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

HAMPIR tiap hari pulang malam, membuat Donwori, 30, dicap sebagai pria nakal. Apesnya, yang bikin stempel di dahinya itu mertuanya sendiri. Alis orang tua Karin, 28.

Ceritanya, Donwori ini anak orang kaya. Lahir sudah bergelimang harta. Tak heran sejak lahir ceprot hingga dewasa, lulus kuliah, ia tak pernah merasakan kekurangan materi sepeser pun. Mau minta apa saja keturutan. Tinggal ngucap tok.

Saking kayanya, rupiah pun tumpah ruah. Kekayaan itu menjadikan Donwori lekat dengan dunia malam Kota Pahlawan. Awalnya hanya sekadar nongkrong di mal, resto atau kafe. Lama-lama bergeser ke tempat yang lebih ekseklusif dan seterusnya (silahkan pembaca berpikir sendiri).

Setelah menikahi Karin, Donwori ngaku tobat. Dugem benar-benar sudah ditinggalkannya. Fokus pada membahagiakan keluarga saja. Tapi, rupanya tobatnya Donwori tidak dianggap oleh mertuanya. Ia dianggap tak bisa meninggalkan kebiasaan buruk yang menghabiskan uang itu. Donwori tetap dicap suka dugem. Yang men-cap bukan istrinya. Melainkan mertuanya sendiri. Akhirnya, urusan pun makin panjang ples ruwet.

Pembelaan Donwori, ia sudah tobat dari dugem sejak lama. Jauh sebelum ia menikahi Karin. Kalau sekarang sering pulang malam, ia membela diri karena urusan pekerjaan alias mencari nafkah untuk keluarga.  “Iya hanya gara-gara itu (pulang malam, Red) saya diminta cerai,” kata Donwori, sambil gedek-gedek.

Donwori menikahi istrinya, karena memang Karin hamil duluan. Sejak saat itu ia pun berniat tanggung jawab memberi nafkah ke Karin. Setelah menikah dan melahirkan anak pertamanya, hubungan Donwori dengan mertua pun berjalan baik-baik saja.

Meskipun anak pengusaha kaya raya, Donwori tidak ingin bergantung terus pada kedua orang tuanya untuk menafkahi anak serta istrinya. Ia pun bekerja meneruskan usaha kedua orang tuanya. Karena kesibukan itu Donwori sering pulang larut malam. Sibuk mengurus kerjaan serta karyawannya agar perusahaan itu tetap bisa menghidupi keluarga kecilnya.

Namun hal itu malah dicurigai mertuanya. Tahu Donwori tetap sering pulang malam, si mertua menganggapnya tetap dugem. Rasa curiga itu selalu muncul ketika Donwori pulang kerja. “Padahal loh aku kerja itu untuk menghidupi anak istri saya. Mertua saya masih aja curiga, sempat kita didudukkan berdua. Diomelin,” ujar dia.

Bahkan Donwori yang masih sayang dengan Karin dituduh selingkuh dan ‘bermain’ dengan wanita lain. Karin yang tidak bisa membantu banyak karena takut dicap anak durhaka, membuat Donwori bingung. “Saya diminta menceraikan istri, saya keberatan. Tapi kenapa selalu gitu mertua saya. Menuduh yang tidak-tidak,” imbuhnya.

Setelah itu, Donwori hanya bisa pasrah dengan keadaan yang membuat dirinya memilih satu keputusan baik. Agar masalah ini bisa segera berakhir. “Mau tidak mau ya kita harus berpisah, sudah jalannya seperti ini,” pasrah Donwori. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP