alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Presiden Jokowi dan Khofifah Sumbang Sapi 1 Ton ke Masjid Al Akbar

01 Agustus 2020, 00: 46: 09 WIB | editor : Wijayanto

TINJAU KESIAPAN: Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Emil Dardak meninjau kesiapan panitia Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya sebelum penyembelihan hewan kurban, Jumat (31/7).

TINJAU KESIAPAN: Gubernur Khofifah Indar Parawansa didampingi Wagub Emil Dardak meninjau kesiapan panitia Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya sebelum penyembelihan hewan kurban, Jumat (31/7). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Meski masih masa pandemi Covid-19, perolehan hewan kurban di Masjid Al Akbar Surabaya (MAS) masih relatif banyak. Total perolehan hewan kurban di masjid terbesar di Indonesia timur itu mencapai 92 ekor terdiri dari 26 sapi dan 66 kambing. Angka ini tidak jauh beda dari tahun sebelumnya.

Di antara hewan kurban itu terdapat sapi kurban sumbangan dari Presiden Joko Widodo. Sapi jantan berjenis peranakan ongole (PO) dengan warna putih ini memiliki bobot 1.040 kilogram. Tinggi 159 centimeter, panjang badannya 186 centimeter, dan lingkar dada 234 centimeter. Sapi ini dibeli dari Desa Banyu Tengah, Panceng Gresik.

Sapi tersebut rencananya akan disembelih pada Sabtu (1/8). Pemotongan hewan kurban di masjid ini akan dimulai pukul 06.00 WIB. Sedangkan untuk sapi kurban dari Jokowi akan mulai disembelih pukul 09.00 WIB.

Selain sapi kurban dari Presiden, juga ada sapi sumbangan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak. Keduanya juga berkurban sapi tipe peranakan ongole berwarna putih, namun berbeda bobotnya. Sapi dari gubernur berbobot 1.010 kilogram dan wakil gubernur 945 kilogram yang berasal dari peternakan di Lamongan.

Usai salat Idul Adha, Khofifah langsung menyerahkan sapi dari Presiden ke takmir Masjid Al Akbar Surabaya dan mengecek kesiapan penyembelihan serta lokasi penyembelihan yang berada di lantai dasar MAS.

Menurut Khofifah, dalam memaknai Idul Adha yang dapat dipetik adalah nilai ketaatan yang kuat, ketakwaan yang kuat, keikhlasan yang kuat, kesabaran yang kuat dan daya juang yang kuat. "Lima nilai hikmah itu adalah kesatuan yang bisa kita kristalisasi saat Idul Adha. Satu lagi kesalehan sosial, solidaritas sosial, karena momen ini ada penyembelihan hewan kurban," katanya usai menyerahkan sapi kurban. 

Khofifah menjelaskan, ibadah kurban sedapat mungkin bisa dimaksimalkan untuk dibagi pada seluruh elemen masyarakat yang dirasa membutuhkan. "Oleh karena itu jangan pernah membedakan saat mendistribusikan hewan kurban," terangnya.

Khofifah menambahkan di tengah pandemi covid-19, proses adaptasi dengan format kehidupan normal baru harus dilakukan. Termasuk dalam pelaksanaan ibadah Idul Adha. "Ini adalah kehati-hatian yang dilakukan untuk menjaga keselamatan bersama. Format ini tetap diseiringkan agar dalam pelaksanaan ibadah tetap bisa khusyuk," imbuhnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP