alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

5 Ribu Jamaah Ikuti Salat Idul Adha di Masjid Agung dengan ID Card

31 Juli 2020, 23: 10: 23 WIB | editor : Wijayanto

PROKES KETAT: Dengan mengenakan masker dan menjaga jarak umat muslim menjalankan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (31/7).

PROKES KETAT: Dengan mengenakan masker dan menjaga jarak umat muslim menjalankan ibadah salat Idul Adha di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (31/7). (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Sebanyak lima ribu jamaah memadati Masjid Al-Akbar Surabaya (MAS) untuk mengikuti salat Idul Adha 1441 H, Jumat (31/7). Berbeda dari tahun sebelumnya, salat digelar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Pihak panitia menyiapkan empat warna ID Card yang dipakai semua jamaah. Ada warna hijau untuk jamaah laki-laki di lantai satu, warna kuning untuk jamaah perempuan di lantai satu, sedangkan di lantai dua menggunakan warna merah untuk jamaah laki-laki sedangkan jamaah perempuan memakai ID Card warna biru. 

Humas Masjid Al Akbar Surabaya, Helmy M Noor mengatakan, kapasitas lima ribu jamaah tersebut termasuk yang memenuhi serambi masjid bagian utara, timur dekat air mancur dan selatan hingga lantai dua.

PENGENAL; Jamaah perempuan di lantai dua wajib mengenakan ID Card warna biru.

PENGENAL; Jamaah perempuan di lantai dua wajib mengenakan ID Card warna biru. (SURYANTO PUTRA MUJI/RADAR SURABAYA)

Kapasitas Masjid Al Akbar sendiri mencapai 40 ribu jamaah. Namun karena harus menerapkan protokol kesehatan yakni penjarakan fisik (physical distancing), maka pihaknya membatasi jamaah salat Idul Adha menjadi hanya lima ribu jamaah atau kurang dari seperempat kapasitas masjid. "Kami sudah menyiapkan stiker untuk shaf shalat sebagai tanda,” ujarnya.

Selama pelaksanaan salat, pihaknya menyiapkan kurang lebih 200 relawan yang terdiri dari remaja masjid, ibu-ibu muslimah, pengatur shaf, para guru MI dan PAUD, serta para dosen dan mahasiswa STAI Al Akbar. "Semua relawan ini untuk mengatur, menyambut dan mengarahkan kedatangan para jamaah sesuai dengan warna ID Card-nya,” imbuhnya.

Bertindak sebagai khotib dalam salat Idul Adha tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jatim, Dr Ahmad Zayadi. Dalam khutbahnya, Zayadi menyampaikan bahwa ibadah kurban mempunyai dua nilai yakni kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.

Kesalehan spiritual dalam hal ini adalah penyerahan diri kepada Allah dan mengekang egoisme sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. “Kesalehan sosial tercermin dari semangat rela berkorban seperti dalam diri Nabi Ismail. Sikap ini penting untuk diteladani, terutama bagi generasi muda Indonesia,” katanya.

Ia menyampaikan, momentum Idul Adha yang menekankan prinsip solidaritas dan soliditas publik jika benar-benar dijadikan landasan untuk membangun negeri dapat dimulai saat ini. “Pada saat kita semua bahu-membahu, bergotong royong dalam ikhtiar bersama menanggulangi wabah corona seberat apapun problem yang dihadapi oleh negara ini, dengan modal semangat pengorbanan dan solidaritas kemanusiaan, niscaya berbagai masalah akan teratasi," terangnya. (rmt/jay)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP