alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Suami Temperamental Cinta Istri Pun Mental

31 Juli 2020, 04: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karena tidak betah dengan suami yang sering melakukan tindak kekerasan, Karin, 26, memilih cerai dengan suaminya, Donwori, 30. Keputusan itu menjadi jalan terbaik agar hidup Karin bisa tenang. Seperti kata iklan, bahagia itu kita yang menentukan.

Ginanjar Elyas Saputra-Wartawan Radar Surabaya

Sudah menikah dua tahun ini, Karin sering menerima perlakuan tak pantas dari Donwori, suaminya sendiri. Ia kerap ditampar. Bahkan,  pernah dilempar helm hanya gara-gara cemburu dengan teman laki-laki istrinya.

Donwori tidak bisa meredam emosinya ketika melihat istrinya itu nongkrong atau sedang bersama teman pria. Saking seringnya dikerasin, Karin pun tidak betah. Ia memilih pisah dengan pria temperamental itu. "Iyo, gak betah aku kalau lama-kelamaan digitukan (diperlakukan kasar, Red). Bisa mati aku sama tangan suami sendiri," ujar Karin.

Itu juga membuat orang tua Karin, tidak tega. Melihat anaknya diperlakukan seperti ini, ibu dan bapaknya memberi saran agar meninggalkan pria tersebut sesegera mungkin. Lantas Karin pun menuruti kemauan kedua orang tuanya. Suapa ia bahagia, dan anaknya tidak trauma punya orang tua temperamental.

Sifat emosional Donwori ini baru diketahui setelah menikah dua tahun terakhir. Rasa cemburu berlebihan Donwori kerap kali membuat Karin tersiksa hingga tidak bisa tenang menjalin hubungan rumah tangga. "Mosok saban dino eker terus, pegel ngerasaknone aku. Mending kita pisah saja, cari suami lagi yang lebih pengertian," kata wanita berparas ayu ini.

Walapun Donwori bekerja di salah satu perusahaan bank plat merah, tidak membuat Karin untuk mengubah haluannya. Ia tetap pada pendirian agar sesegera mungkin cerai dengannya.

Menurut dia, sebagai perempuan masa kini haruslah mandiri. Tidak bergantung pada penghasilan suami. "Iya tidak masalah, saya juga kerja untuk menghidupi anak saya nanti. Toh juga habis ini cerai, saya tidak menyesal," ucapnya sedikit ketus.

Kini, Karin tinggal menunggu waktu hasil keputusan surat cerai dari Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. Dirinya juga berencana akan menikah lagi dengan pria pilihan kedua orang tuanya, yang dinilai lebih pengertian dan penyabar. "Gak apa yang terpenting saya tidak dianiaya saja, saya nikah lagi. Kalau tiap hari seperti suami saya dulu ya bisa mati," pungkasnya. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP