alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Istri Dilarang Jalan-Jalan, Mertua Dihajar, Menantu Masuk Penjara

30 Juli 2020, 15: 02: 25 WIB | editor : Wijayanto

Tersangka Luis Pasak Santana

Tersangka Luis Pasak Santana (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA-Kelakuan Luis Pasak Santana, 20, sungguh kelewatan. Dia nekat menghajar Dul Hadi, mertuanya, yang tinggal di Jalan Gunung Anyar Sawah Nomor 61, Surabaya.

Akibat tindakan brutal tersebut, korban mengalami luka pendarahan di bawah pelipis mata kiri. Luis Pasak, asal Perum Panji DD/08 Desa Mimbaan, Panji, Situbondo, kini ditahan di Mapolsek Rungkut.

Menurut informasi, kasus penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 22.00. Saat itu mendatangi rumah korban. Dia bermaksud hendak mengajak istrinya keluar jalan-jalan. Namun, sang mertua melarang. Pasalnya,  tersangka telah meninggalkan istrinya selama dua bulan tanpa kabar. Selain itu, dia juga tidak memberi nafkah dan sering bertindak kasar.

Karena dilarang menemui istrinya, tersangka dan korban terlibat adu mulut dan bersitegang di dalam rumah. Tak lama kemudian, tersangka memukul wajah korban dan menendang kepalanya. Setelah ribut di dalam rumah, istri tersangka mengusir tersangka keluar.

Sesampainya di luar, tersangka yang masih emsoi kembali menantang mertuanya untuk duel fisik. Namun dilerai warga. Tersangka sudah dipegangi beberapa warga. "Namun lepas, tersangka memukul wajah korban bagian bawah pelipis mata sebelah kiri hingga berdarah," ujar Kanit Reskrim Polsek Rungkut Iptu Djoko Soesanto.

Setelah mendengar kabar ada insiden penganiayaan, anggota Reskrim Polsek Rungkut menuju lokasi. Tersangka diringkus lalu digelandang ke Polsek Rungkut. "Tersangka sebelumnya tinggal di rumah istrinya. Sempat pergi dua bulan, kembali ngamuk-ngamuk ngajak keluar istrinya," ungkapnya.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Gubeng ini menyebutkan, saat tinggal di rumah istrinya, tersangka kerap bertengkar dan menganiaya istri. Bahkan, cekcok dengan sang mertua. "Saya emosi dan kesal. Mertua sering ikut campur," ucap Luis Pasak. (*/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP