alexametrics
Selasa, 11 Aug 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Gelapkan Uang Rp 18 Miliar, Dua Oknum Notaris Diadili

30 Juli 2020, 14: 59: 15 WIB | editor : Wijayanto

APES: Terdakwa Yohannes (kanan) dan Jonathan Tantana diadili di PN Surabaya.

APES: Terdakwa Yohannes (kanan) dan Jonathan Tantana diadili di PN Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Dua oknum notaris asal Surabaya, Yohannes Agus Purnomo dan Jonathan Tantana, nekat menggelapkan uang Rp 18 miliar. Hal ini terungkap saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pompy Polansky menghadirkan IL sebagai saksi korban. Awalnya IL ditawari terdakwa Jonathan agar mau memberikan dana talangan. Namun, korban tidak mau dengan tawaran pertama.

Saking seringnya diajak bertemu oleh kedua terdakwa, dengan iming-iming keuntungan tujuh persen, IL akhirnya mau menyerahkan uang Rp 18 miliar sebagai dana talangan. "Saya sebetulnya gak mau, tapi berhubung terus ditawari. Jonathan ini notaris langganan saya," kata IL di ruang sidang.

Keuntungan tujuh persen itu, lanjut IL, berupa jaminan sertifikat tanah SHM yang berlokasi di kawasan Pakis Aji, Kabupaten Malang. "Akhirnya, saya transfer ke BCA. Eh, keuntungan yang dijanjikan tidak ada sama sekali. Jaminan sertifikat juga tidak ada," jelasnya.
Ia juga menjelaskan, uang yang selama ini ditransfer tidak jelas juntrungnya. Ia pun baru tahu kalau notaris langganannya itu hobinya hura-hura.

Sementara itu, penasihat hukum kedua terdakwa Bagus Harahap mengatakan, kliennya merasa dijebak oleh saksi Praditio Hutama dan Alberth Widjayatmo. Saat itu yang meminta dicarikan dana talangan adalah Praditio.

"Praditio memiliki utang pada Albert Rp 18 miliar. Sama dengan 13 sertifikat tanah. Jadi, klien saya tidak sepenuhnya salah," tegas Bagus.

Setelah mendengar keterangan saksi, renacananya JPU Pompy akan menghadirkan saksi-saksi lain dalam persidangan berikutnya. "Baik, Pak Hakim, nanti kami akan hadirkan saksi pada persidangan minggu depan. Masih ada saksi lain," kata Pompy.

Sementara itu, Hakim Ketua Tumpal Sagala menutup persidangan perkara dugaan penipuan oknum notaris tersebut. "Sidang kami tutup dan di lanjutkan pekan depan," tutupnya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP